Kolaborasi Unsoed-Ibaraki University Dorong Desa Serang Lebih Tangguh Pasca Bencana

Kolaborasi Unsoed-Ibaraki University Dorong Desa Serang Lebih Tangguh Pasca Bencana
Kolaborasi Unsoed–Ibaraki University Jepang, Perkuat Ketangguhan Desa Pascabencana. (Foto : Humas Unsoed).

Purbalingga-Spektroom : Pemulihan desa setelah bencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan. Ketangguhan masyarakat juga perlu dibangun agar warga mampu menghadapi risiko bencana berikutnya.

Pendekatan tersebut menjadi fokus kolaborasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Ibaraki University, Jepang, melalui International Community Service Program (ICSP) 2026.

Program bertema Recovery from Natural Disaster itu berlangsung selama tujuh hari di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, selama seminggu sejak 17 Agustus 2026.

Program yang dikoordinasikan International Relations Office (IRO) Unsoed tersebut melibatkan mahasiswa dari Indonesia dan Jepang.

Hasil kegiatan dipresentasikan dalam Final Report Presentation di Auditorium Fakultas Pertanian Unsoed, Rabu (26/8/2026).

Empat tim mahasiswa Ibaraki University dan dua tim mahasiswa Unsoed memaparkan temuan serta pengalaman mereka selama berada di Desa Serang.

Prof. Tatsuo Sato dari Ibaraki University mengatakan, Desa Serang menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa kedua negara untuk memahami persoalan masyarakat pedesaan sekaligus mencari pendekatan pemulihan pasca bencana.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi juga kesempatan untuk melihat persoalan dari perspektif berbeda, membangun komunikasi lintas budaya, dan bekerja bersama masyarakat.

Salah satu tim mahasiswa Ibaraki University mengidentifikasi sejumlah kebutuhan pemulihan di Desa Serang, mulai dari penguatan gotong royong, dukungan donasi, pengembangan pertanian tumpangsari hingga pemetaan wilayah terdampak.

Mereka juga menemukan persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, terutama keterbatasan akses air dan keberlanjutan sektor pertanian.

Karena itu, pemulihan dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga melalui pendidikan kebencanaan, penguatan budaya lokal dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto, mengatakan kolaborasi dengan Ibaraki University telah berlangsung selama satu dekade dan terus berkembang melalui berbagai kegiatan bersama.

Ia menilai kerja sama tersebut membuka peluang bagi sivitas akademika kedua universitas untuk terus bertukar pengetahuan dan pengalaman, termasuk melalui kegiatan lanjutan di Jepang maupun Indonesia.

ICSP 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dapat diarahkan pada persoalan nyata di masyarakat. Pengalaman mahasiswa selama berada di Desa Serang diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan pendekatan pemulihan dan kesiapsiagaan bencana yang lebih berkelanjutan.

Berita terkait

LPPM UNSOED Dorong Mahasiswa dan UMKM Naik Kelas dan Siap Akses Investasi

LPPM UNSOED Dorong Mahasiswa dan UMKM Naik Kelas dan Siap Akses Investasi

Purwokerto – Spektroom : Pengembangan usaha mahasiswa dan pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan ide dan keberanian memulai. Kemampuan mengelola keuangan, membaca pasar, memanfaatkan teknologi, hingga membangun jejaring pendanaan menjadi bagian penting agar bisnis mampu bertahan dan berkembang. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Bian Pamungkas
PU Penuhi Kebutuhan MCK dan Air Bersih Untuk Warga Banjar Kalsel

PU Penuhi Kebutuhan MCK dan Air Bersih Untuk Warga Banjar Kalsel

Banjar– Spektroom : Kemarau yang melanda Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mulai berdampak terhadap kesediaan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Cintapuri Darussalam, pasalnya sejumlah sumur warga mengalami penyusutan sehingga tidak dapat lagi dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, cuci, dan kakus (MCK). Dengan kondisi tersebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui

Nurana Diah Dhayanti