13 Kabupaten Kota Terdampak Bencana di Sumbar Tuntaskan R3P
Spektroom - Sebanyak 13 kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar) yang wilayahnya terdampak bencana hidrometeorologi berkomitmen bersama merealisasikan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Sejalan dengan itu, 13 kabupaten/kota tersebut telah menuntaskan penyusunan R3P. Kemudian kepala daerah satu per satu mempresentasikan dokumen R3P wilayah mereka.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Sumbar dan 13 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi di Auditorium, Gubernuran, Kamis (8/1/2025).
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian mengatakan, R3P merupakan pedoman yang menjadi landasan untuk melakukan pemulihan di wilayah terdampak. Dokumen R3P berisi data kerusakan pascabencana hidrometeorologi pada pengujung November 2025 lalu. Sekaligus kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah di berbagai sektor. Di antaranya pemulihan sektor infrastruktur, permukiman masyarakat, hingga ekonomi.
"BNPB memastikan terus mendampingi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumbar. Termasuk untuk koordinasi dengan kementerian dan lembaga dalam merealisasikan teknis pembangunan dalam upaya pemulihan. Sekaligus memastikan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan secara akuntabilitas, transparan dan berpihak pada publik," ucap Rustian.
Rustian juga mengingatkan kepala daerah untuk selalu memastikan realisasi pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana. Huntara tahap satu harus segera diselesaikan dalam dua pekan ke depan. Guna mengurangi kendala pembangunan dari sisi cuaca, BNPB masih melakukan operasi modifikasi cuaca agar hujan bisa diturunkan di lokasi lain.
"Saat ini merupakan hari ke 46 pascabencana. Saya catat betul karena selama kurun waktu tersebut saya selalu di Sumbar. Kalimat yang disampaikan warga yang selalu saya ingat, jangan kami ditempatkan lagi di tempat yang sudah sulit ini. Kalimat itu menjadi pendorong agar masyarakat terdampak harus segera dipulihkan dan mendapatkan kehidupan yang layak," tuturnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, akan dilakukan pergeseran anggaran untuk mendukung tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah itu juga sudah diarahkan oleh Kementerian Dalam Negeri.
"Kami bersama DPRD Sumbar akan melakukan pembahasan untuk mengalokasikan sebagian anggaran untuk penanganan bencana ini," ucapnya.