17 Agustus, Hari Kemerdekaan Sekaligus Ulang Tahun Gubernur Kalteng Agustiar Sabran
Palangka Raya-Spektroom : Ada yang berbeda bagi Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., setiap kali Merah Putih berkibar pada 17 Agustus. Hari yang menjadi simbol kemerdekaan bangsa Indonesia itu sekaligus menjadi hari kelahirannya.
Agustiar Sabran lahir di Sampit, Kalimantan Tengah, 17 Agustus 1972. Pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026), ia genap berusia 54 tahun.
Dua momentum besar bertemu dalam satu tanggal. Di satu sisi, bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan. Di sisi lain, seorang putra Kalimantan Tengah menandai bertambahnya usia sekaligus perjalanan pengabdiannya memimpin daerah.
Bagi Agustiar, usia bukan sekadar angka. Bertambahnya usia juga berarti bertambahnya amanah.
“Kemerdekaan harus menjadi pengingat atas perjuangan sekaligus pemacu untuk terus membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Pesan tersebut pernah disampaikan Agustiar dalam momentum peringatan kemerdekaan sebelumnya.
Pesan itu terasa semakin kuat ketika dirinya kini berada di posisi sebagai kepala daerah. Tanggung jawab yang dahulu dijalankan melalui parlemen nasional, kini berada langsung di pundaknya sebagai Gubernur Kalimantan Tengah.
Agustiar menempuh pendidikan S-1 di Universitas Terbuka Palangka Raya dan kemudian menjalani perjalanan politik sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah.
Babak baru pengabdiannya dimulai ketika Agustiar bersama H. Edy Pratowo dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025.

Usia Bertambah, Amanah Makin Besar
Memimpin Kalimantan Tengah bukan perkara sederhana. Provinsi yang dikenal sebagai Bumi Tambun Bungai itu memiliki wilayah luas, kekayaan alam melimpah, keberagaman masyarakat serta tantangan pembangunan yang kompleks.
Karena itu, Agustiar menempatkan kebersamaan sebagai salah satu kekuatan penting dalam membangun daerah.
Saat memimpin peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2026, ia mengangkat semangat “Betang Huma Itah” sebagai simbol persatuan, kebersamaan dan gotong royong.
Semangat itu berpadu dengan filosofi Isen Mulang, yang menggambarkan tekad untuk terus bergerak, bangkit dan maju menghadapi berbagai tantangan.
“Tanah dan air Kalimantan Tengah adalah amanah yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya.” Pesan tersebut menjadi bagian dari penekanan Agustiar mengenai pentingnya menjaga daerah sekaligus memastikan pembangunan tidak hanya dinikmati generasi sekarang.
Dalam perayaan HUT Gerakan Pemuda Dayak Indonesia 2026, ia juga menekankan bahwa warisan terbesar yang dapat diberikan kepada generasi berikutnya bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga nilai kebaikan, persatuan, keteladanan dan semangat pengabdian.
Dari Sampit, Kembali Mengabdi untuk Kalteng
Perjalanan hidup Agustiar Sabran berangkat dari Sampit dan kemudian membawanya ke panggung politik nasional.
Setelah lima tahun menjadi anggota DPR RI, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar sebagai gubernur.
Perjalanan itu membuat 17 Agustus memiliki makna yang semakin personal.
Dari Sampit menuju Palangka Raya. Dari parlemen menuju pemerintahan daerah. Dari perjalanan pribadi menuju amanah untuk memimpin sebuah provinsi.
Setahun lalu, ketika memasuki usia 53 tahun, Agustiar mendapat kejutan ulang tahun dalam acara Kalteng Bermazmur dan Gebyar Kemerdekaan di Palangka Raya. Masyarakat yang hadir turut menyanyikan lagu ulang tahun.
Saat itu, Agustiar menyampaikan rasa terima kasih atas doa masyarakat.
“Doa dan dukungan masyarakat menjadi penyemangat bagi saya dalam menjalankan amanah memimpin Kalimantan Tengah.”
Kini, satu tahun berlalu. Usianya genap 54 tahun.
Namun pekerjaan sebagai gubernur masih panjang. Ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari pekerjaan besar yang harus terus dijawab melalui kebijakan dan kerja nyata.
Hadiah Terbaik Bukan Perayaan, tetapi Pengabdian
Di tengah suasana HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ucapan selamat ulang tahun kepada Agustiar Sabran datang dari berbagai elemen masyarakat dan instansi.
Namun, di balik ucapan tersebut terdapat harapan yang lebih besar: agar usia yang bertambah menjadi kekuatan untuk menjalankan amanah.
Bagi seorang gubernur yang lahir tepat pada Hari Kemerdekaan, ulang tahun bukan semata ruang untuk merayakan diri. Momentum itu juga menjadi waktu untuk menengok perjalanan, mengevaluasi pengabdian dan melihat pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
54 tahun usia Agustiar Sabran. 81 tahun Indonesia merdeka.
Dua angka yang bertemu pada satu tanggal dan mengandung pesan yang sama: perjalanan belum selesai.
Di bawah kibaran Merah Putih, pengabdian kepada tanah kelahiran menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa Kalimantan Tengah semakin maju, berkah, sejahtera dan bermartabat. (Polin-Fathur/Hairul)