240 Lulusan IIM Surakarta, Diminta Menjaga Integritas Dan Akhlak

240 Lulusan IIM Surakarta, Diminta Menjaga Integritas Dan Akhlak
IIM Surakarta Melepas 240 Lulusan Dalam Wisuda Ke 40 Di Gedung Saba Buana ( Rabu 14/01/2025, Dan )

Spektroom - Keterbukaan menuntut ilmu diseluruh kalangan tanpa ada batasan dibuktikan di Institut Islam Mamba'ul Ulum Surakarta, dalam Wisuda ke 40 ( Rabu 14/01/2025 ) terdapat lulusan berusia muda 22 tahun dan usia tua 53 tahun .

Dalam Wisuda yang berlangsung di Gedung Saba Buana itu Institut Islam Mamba'ul 'Ulum (IIM) Surakarta secara resmi melepas 240 lulusan diploma, sarjana, hingga magister.

Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, dalam sambutannya menekankan gelar akademik merupakan awal dari amanah keilmuan yang lebih besar. Sehingga para lulusan tidak berhenti belajar dan selalu menjaga integritas serta akhlak di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi.

"Kami tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang kompeten, tetapi insan akademik yang mampu menjadi pelopor perubahan, penjaga nilai, dan pelayan umat yang mencerminkan visi rahmatan lil alamin," Pesan Dr. Edy Muslimin,

Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi IIM Surakarta, Dr. Joko Subando, dalam laporannya menyampaikan wisuda periode 40 didominasi lulusan usia produktif (21-25 tahun) yang mencapai 70,9 persen yang berarti menunjukkan efektivitas layanan akademik dalam mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.

"Secara total terdapat 240 wisudawan dari berbagai program studi, dengan mayoritas berasal dari Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam sebanyak 166 orang," jelas Dr. Joko Subando.

Prosesi wisuda kali ini juga mencatatkan sejarah unik melalui kehadiran wisudawan dengan rentang usia yang beragam.

Predikat wisudawan termuda diraih oleh Syafi'i Nur Fadilah dari Prodi Pendidikan Agama Islam yang lahir pada 8 Oktober 2003 (22 tahun).
Sedang predikat wisudawan tertua diraih oleh Sukrianto dari Prodi Hukum Keluarga yang lahir pada 3 April 1972 (53 tahun). (Dan)

Berita terkait

Sri Lestari Poernomo: Koruptor Dipenjara, Uang Negara Jangan Ikut Hilang

Sri Lestari Poernomo: Koruptor Dipenjara, Uang Negara Jangan Ikut Hilang

Makassar - Spektroom : Memidanakan koruptor tidak otomatis menyelesaikan persoalan korupsi. Ketika pelaku telah dijebloskan ke penjara, negara masih menghadapi pekerjaan penting: memastikan uang dan aset yang dikorupsi kembali ke kas negara. Pandangan itu disampaikan Sri Lestari Poernomo, SH., MH., Dosen Hukum Perdata Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Menurutnya,

Yahya Patta, Buang Supeno
Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles
ссс