34 Riset UIN Palangka Raya Lolos Litapdimas 2026, LP2M Tekankan Kualitas dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Palangka Raya-Spektroom: Bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, komitmen menghasilkan riset berkualitas ditegaskan dalam kegiatan penandatanganan perjanjian bantuan Penelitian Litapdimas 2026 yang digelar LP2M UIN Palangka Raya, Jumat (24/4/2026).
Di balik seremoni itu, ada pesan tegas: penelitian harus punya arah, bukan hanya selesai laporan. Ketua LP2M, Dr. Jumrodah, menekankan bahwa para peneliti yang lolos seleksi memikul tanggung jawab lebih besar dari sekadar menjalankan program.
“Kesempatan ini bukan hanya prestasi administratif. Ini ruang untuk membuktikan bahwa penelitian kita mampu memberi manfaat nyata dan membawa nama baik institusi,” ujarnya.
Sebanyak 34 judul penelitian dinyatakan lolos tahun ini, mencakup berbagai kluster—mulai dari peningkatan kapasitas, pengembangan program studi, riset dasar interdisipliner, hingga kolaborasi antar kampus dan internasional. Variasinya banyak, tapi tuntutannya sama: kualitas.
Kepala Biro UIN Palangka Raya, Dr. Rofikatul Karimah, mengingatkan bahwa titik lemah riset sering ada pada ketidaksesuaian antara data, proses, dan hasil. Di situ yang harus dijaga.
“Jalankan penelitian dengan disiplin. Data harus kuat, proses harus benar, dan hasilnya harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya luaran penelitian yang tidak berhenti di jurnal, tetapi bisa memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, publik tidak butuh penelitian yang hanya selesai di rak perpustakaan. Yang dibutuhkan adalah riset yang bisa menjawab masalah nyata dari kampus, untuk masyarakat.
(Polin)