Trending

35 Atlet Terbentur Batas Usia, KONI Batu Berpacu dengan Waktu Jelang Porprov 2027

35 Atlet Terbentur Batas Usia, KONI Batu Berpacu dengan Waktu Jelang Porprov 2027
Ketua KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi. (Foto: buang).

Batu - Spektroom : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu berpacu dengan waktu menyiapkan kekuatan baru menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Sebanyak 35 atlet yang sebelumnya berprestasi pada Porprov 2025 tidak lagi dapat diturunkan karena terbentur regulasi batas usia.


Ketua KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi mengatakan kondisi tersebut membuat regenerasi atlet menjadi prioritas. KONI mulai mengintensifkan pemusatan latihan (puslat) sekaligus menjaring atlet baru di sejumlah cabang olahraga (cabor).


“Sekitar 35 atlet berprestasi kita dari Porprov sebelumnya sudah tidak bisa bertanding lagi karena regulasi pembatasan usia,” kata Sentot kepada awak media seusai membuka Kejuaraan Biliar tingkat Jawa Timur di GS Art2 Biliar, Kota Batu, Jumat sore/2026).

Menurut Sentot, batas usia atlet berbeda pada setiap cabor. Secara umum, batas maksimal berada pada usia 23 tahun. Namun, sejumlah cabor menerapkan batas yang lebih rendah, seperti gulat maksimal 20 tahun dan beberapa cabor lainnya maksimal 16 tahun.


Situasi itu membuat KONI belum menetapkan target perolehan medali Porprov 2027. KONI memilih menguji kemampuan atlet melalui pemusatan latihan, seleksi kebugaran, dan pertandingan uji coba.


“Kami akan melakukan try out ke berbagai daerah. Setelah melihat kualitas dan kapasitas hasil seleksi serta try out, baru kami dapat membicarakan target secara realistis,” ujarnya.


Puslat Diperkuat


KONI Batu kini menggelar pemusatan latihan di sejumlah cabor, antara lain biliar, wushu, MMA, tenis meja, tenis lapangan, gulat dan sambo.
Sejumlah atlet wushu nomor taolu bahkan mengikuti Puslatda Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan karena tidak semua daerah memiliki pelatih taolu dengan kualifikasi yang dibutuhkan.


Sementara atlet gulat dan sambo menjalani pemusatan latihan di camp gulat Pakisaji, Kabupaten Malang. Para atlet menjalani latihan intensif dan menghadapi lawan tanding dari berbagai daerah.


Sentot berharap program tersebut mampu melahirkan atlet yang dapat menggantikan peran para atlet senior yang terhalang batas usia.


“Harapan saya, atlet sambo dan gulat minimal mampu mengukir prestasi terbaik pada Porprov mendatang, khususnya menyumbangkan medali emas untuk Kota Batu,” katanya.


Namun, keterbatasan anggaran membuat KONI tidak dapat menggelar pemusatan latihan secara menyeluruh. Cabor yang tidak masuk program utama diarahkan menjalankan Puslat Mandiri menggunakan pagu anggaran sesuai alokasi masing-masing.


Seleksi Belum Berakhir


KONI menetapkan atlet peraih medali Porprov 2025 sebagai prioritas utama untuk masuk Puslat. Selain itu, KONI menjaring atlet baru melalui sejumlah mekanisme, termasuk tes VO2 Max.


Hasil tes kebugaran menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan atlet yang layak masuk program pembinaan. Rekomendasi pelatih juga menjadi bagian dari proses seleksi.


Sentot menegaskan, atlet yang saat ini mengikuti Puslat belum otomatis menjadi kontingen Porprov 2027.


“Yang kami tentukan sekarang baru atlet yang masuk Puslat, bukan atlet yang pasti berangkat ke Porprov,” katanya.


Evaluasi akan dilakukan secara bertahap melalui hasil latihan, penilaian pelatih, tes kebugaran, serta try out.


Paralayang Masih Dibidik


Di tengah proses regenerasi, KONI Batu juga menunggu kepastian terkait cabang olahraga paralayang. Cabor tersebut sempat terancam tidak dipertandingkan karena persoalan venue di Surabaya.


Namun, berdasarkan komunikasi pengurus paralayang dengan Pengprov, Sentot menyebut peluang cabor tersebut tetap dipertandingkan masih terbuka.


Bagi Kota Batu, paralayang memiliki posisi strategis karena selama ini menjadi salah satu cabor andalan untuk mendulang medali.


“Yang terpenting cabor ini tetap dipertandingkan, terlepas dari mana lokasinya nanti,” ujarnya.


Dengan kehilangan 35 atlet akibat regulasi usia, Porprov 2027 menjadi ujian bagi strategi regenerasi KONI Batu. Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk menemukan atlet pengganti, menguji konsistensi prestasi, sekaligus memastikan mereka siap menghadapi persaingan di level Jawa Timur.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles