62,5 % Lulusan Universitas Ary Ginanjar Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
Jakarta - Spektroom : Toga belum sepenuhnya melekat di tubuh, tetapi sebagian lulusan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) sudah lebih dulu memasuki dunia kerja. Bagi mereka, wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk mengubah pengetahuan menjadi karya nyata.
Sebanyak 62,5 % lulusan UAG University Tahun Akademik 2025/2026 tercatat telah diterima bekerja sebelum mengikuti prosesi wisuda. Capaian tersebut terungkap dalam Wisuda Ke-10 UAG University di Granada Ballroom Menara 165, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Tak berhenti pada dunia kerja, 23,8 % lulusan lainnya memilih jalur kewirausahaan dengan membangun usaha sendiri atau mengembangkan bisnis keluarga. Mereka berkiprah di berbagai bidang, mulai teknologi, pendidikan, industri kreatif, pariwisata hingga pengembangan sumber daya manusia.
Rektor UAG University, Dyah Utami Aryanti menilai capaian menunjukkan pendidikan tinggi harus mampu melampaui sekadar pemberian gelar.
“Keterserapan ini menunjukkan lulusan UAG tidak hanya memperoleh gelar, tetapi memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 50 lulusan sarjana dan 5 peserta program non-degree dikukuhkan dalam wisuda bertema “From Knowledge to Global Impact: Advancing Halal Excellence for Indonesia Emas 2045”. Mereka terdiri atas 36 lulusan Manajemen, 7 Ilmu Komputer, dan 7 Sistem Informasi. Sebanyak 18 wisudawan meraih predikat cum laude.
Salah satu lulusan bahkan melangkah lebih jauh. Ia diterima di Virginia Tech, Amerika Serikat, melalui jalur fast-track doktoral dengan beasiswa hingga jenjang S3.
Di tengah tuntutan dunia kerja global, UAG juga menempatkan sektor halal sebagai salah satu ruang strategis pengembangan talenta.
Kepala BPJPH, Haikal Hasan menilai halal kini tidak lagi sebatas persoalan makanan, tetapi dapat menjadi simbol kesehatan dan penguatan. UAG kemudian mengembangkan Halal Supply Chain Engineering sebagai center of excellence, untuk menyiapkan talenta yang memahami ekosistem rantai pasok halal dari bahan baku hingga distribusi.
Pendiri UAG University, Ary Ginanjar Agustian menegaskan Indonesia harus berani naik kelas dari konsumen menjadi pemimpin ekosistem halal dunia.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar produk halal dunia,” katanya.
Bagi UAG, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari seberapa cepat lulusan memperoleh pekerjaan. Tahun ini, 20 wisudawan merupakan penghafal Al-Qur’an, termasuk 5 hafiz 30 juz.
Sementara dari 112 mahasiswa baru yang disambut melalui Welcoming Reception Ke-14, 42 di antaranya merupakan penghafal Al-Qur’an, termasuk 8 hafiz 30 juz.
Pendidikan idealnya membentuk manusia yang mampu memahami bukan hanya apa yang dapat dilakukan dengan ilmunya, tetapi juga bagaimana dan untuk apa ilmu tersebut digunakan.