Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum Perkuat Silahturahim BKMT
Depok - Spektroom : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Depok tahun ini terasa berbeda. Kehadiran Ketua Umum BKMT Pusat, dr. Syifa Fauziah, menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan jamaah majelis taklim di Kota Depok.
Kehadiran Ketua Umum BKMT Pusat bukan sekadar menghadiri rangkaian peringatan hari besar Islam. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menyambung komunikasi langsung dengan pengurus dan jamaah di daerah, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan organisasi.
"Kita ingin setiap tahun minimal sekali hadir di BKMT yang ada di daerah untuk memberikan mutiara ilmu, sekaligus menyambung silaturahmi," ujar Ketua BKMT Kota Depok Hj Rukoyah.

Silaturahmi pengurus pusat dan daerah penting untuk menjaga kesinambungan organisasi. Komunikasi yang terjalin secara langsung, berbagai persoalan dapat dibicarakan bersama sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Selain memperkuat organisasi, pertemuan juga menjadi bagian dari upaya menjaga aqidah dan semangat dakwah melalui kegiatan majelis taklim.
Momentum silaturahmi tersebut juga berkaitan dengan agenda besar BKMT yang akan datang, yakni Muktamar BKMT yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.
Muktamar menjadi forum konsolidasi kepengurusan BKMT secara nasional. Jika sebelumnya kegiatan identik dengan kehadiran jamaah dalam jumlah sangat besar, penyelenggaraan kali ini dilakukan dengan konsep yang berbeda.
Jumlah peserta yang pada kegiatan sebelumnya dapat mencapai sekitar 100 ribu orang, muktamar kali ini dihadiri sekitar 20 ribu peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan direncanakan berlangsung di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Agenda nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali konsolidasi organisasi dari tingkat daerah hingga nasional.
BKMT diharapkan tidak hanya dipandang sebagai struktur kepengurusan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan kegiatan keagamaan masyarakat. Karena itu, keberadaan kepengurusan di setiap kecamatan memang terus didorong.
Meskipun belum ada struktur kepengurusan di suatu wilayah tidak berarti jamaah BKMT di wilayah tersebut harus kehilangan akses terhadap kegiatan organisasi.
Hal tersebut dinilai penting karena sebagian besar pengurus BKMT merupakan ustazah yang memiliki aktivitas mengajar di berbagai wilayah. Seorang ustazah yang berdomisili di satu kecamatan, misalnya, bisa saja mengajar atau membina pengajian di kecamatan lain.
Semangatnya sederhana, ketika ada kegiatan yang mengajak kepada kebaikan, jamaah diharapkan dapat hadir dan bersama-sama menghidupkan kegiatan keagamaan. (wis).