Abpednas Kabupaten Pekalongan Dorong BPD Berperan Aktif Mencegah Politik Uang Dalam Pilkades

Abpednas Kabupaten Pekalongan Dorong BPD Berperan Aktif Mencegah Politik Uang Dalam Pilkades
Abpednas Kabupaten Pekalongan menyerukan penghentian praktik politik uang, Jumat, 28 Agustus 2026.(Foto: Sigit)

Pekalongan-Spektroom: Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) 2026, Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Indonesia (Abpednas) Kabupaten Pekalongan menyerukan penghentian praktik politik uang.

Sekretaris Abpednas Kabupaten Pekalongan, Feri Kurniawan, mengatakan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tahapan Pilkades, salah satunya terkait pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).

Menurutnya, posisi tersebut menjadi momentum bagi BPD untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pelaksanaan Pilkades yang bersih, jujur, dan demokratis.

“BPD dapat berperan aktif dalam pembentukan P2KD. Di situ diharapkan mampu menyosialisasikan bahwa stop politik uang, karena  tidak akan membawa manfaat,” ujarnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Selain mempersiapkan diri menghadapi Pilkades 2026, Abpednas Kabupaten Pekalongan juga terus memperkuat organisasi melalui kegiatan sosialisasi dan pendataan keanggotaan BPD di sejumlah kecamatan.

Feri menyebut, hingga saat ini pihaknya telah mendatangi kecamatan untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan pendataan BPD. 

“Sudah ada enam kecamatan yang kami datangi. Alhamdulillah, antusias BPD di situ sudah kita data. Untuk kecamatan yang belum, nanti akan kita datangi,” jelasnya.

Feri juga mengajak seluruh BPD di Kabupaten Pekalongan untuk lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap

penyelenggaraan pemerintahan desa.

Menurutnya, BPD memiliki peran penting dalam mengawal pengelolaan dana desa sekaligus memastikan pelaksanaan program di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan.

Ia juga mendorong BPD untuk memperhatikan kepatuhan terhadap program Jaga Desa yang merupakan bagian dari upaya pengawalan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.

“Mari kita jaga desa-desa kita, keaktifan kita sebagai legislatif di tingkat desa untuk mengawal dana desa dan juga kepatuhan terhadap pelaksanaan aplikasi Jaga Desa, Jaksa Garda Desa,” ujarnya.

 Sementara itu, Wakil Ketua Abpednas Kabupaten Pekalongan, Sokhif, mengatakan kehadiran organisasi dalam Resepsi Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan merupakan kesempatan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Kita dari Abpednas Kabupaten Pekalongan menghadiri undangan dari Bapak Plt. Bupati dalam acara hari ulang tahun Kabupaten Pekalongan yang ke-404,” kata Sokhif.

Sokhif juga menegaskan bahwa Abpednas berkomitmen menjadi wadah bagi BPD dalam menyampaikan aspirasi dari desa.

“Dengan adanya kami Abpednas, aspirasi masyarakat Kabupaten Pekalongan,  bisa tercover lewat kami,” katanya.

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto