Adanya IJD Warga Aceh Tenggara Lebih Mudah Ambil Hasil Panen

Adanya IJD Warga Aceh Tenggara Lebih Mudah Ambil Hasil Panen
Badan jalan yang belum beraspal ( birkom pu)

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan penanganan Ruas Lawe Kinga – Simpang Seberang di Kabupaten Aceh Tenggara sepanjang 4,8 kilometer. Pekerjaan yang dilakukan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh ini merupakan  Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Pelaksanaan program Inpres Jalan Daerah (IJD) tersebut mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya Yasin, warga Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala. Menurutnya, jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini berubah menjadi akses yang lebih nyaman dan aman bagi warga untuk distribusi hasil pertanian.

“Kami dari Desa Lawe Serke mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU karena adanya proyek IJD ini kami bisa nyaman untuk pergi berladang mengambil hasil panen kami. Dan semoga ke depannya proyek IJD yang akan datang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan  pengerjaan jalan daerah kini wajib mempertimbangkan faktor geometrik agar dapat dilewati oleh dua kendaraan roda empat secara berpapasan dengan aman.

"Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan," kata Menteri Dody.di Jakarta,Sabtu (25/7/2026)

Badan jalan yang telah di Aspal ( birkom pu)

Berdasarkan data rekapitulasi teknis, program IJD yang telah ditangani di Provinsi Aceh sebanyak 33 ruas jalan yang tersebar secara merata di 19 Kabupaten/Kota. Total panjang jalan daerah yang berhasil ditingkatkan mutunya mencapai 118,73 km.

Selain itu, peningkatan konektivitas ini menyentuh wilayah-wilayah strategis di Aceh, mulai dari kawasan kepulauan, pesisir, hingga pegunungan tengah. Beberapa contoh penanganan prioritas yang memberikan dampak instan pada mobilitas warga di antaranya, Kabupaten Simeulue (Kawasan Kepulauan) meliputi preservasi Jalan Blang Seubel - Badegong sepanjang 2 km (1 ruas) yang menjadi urat nadi distribusi hasil bumi di Pulau Simeulue.

Kemudian di Kabupaten Aceh Tenggara (Kawasan Pegunungan) meliputi preservasi Jalan 044 Lawe Kinga - Simpang Seberang sepanjang 4,80 km (1 ruas) guna memperlancar akses logistik komoditas pertanian. Di Kabupaten Aceh Jaya (Kawasan Pantai Barat), preservasi Jalan Tanoh Manyang - Seumira Seksi II sepanjang 5,40 km (1 ruas) untuk meningkatkan akses ke sentra produksi lokal. Di Kabupaten Aceh Besar, dilakukan preservasi jalan daerah sepanjang 13,60 km (2 ruas) untuk mendukung integrasi wilayah penyangga ekonomi daerah.

Berita terkait

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Pasaman Barat Yulianto Tinjau Lahan Sekolah Rakyat

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut. Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Rafles
Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Galian C Poka Disorot, Bodewin: Jangan Tunggu Lingkungan Rusak Baru Bertindak

Ambon-Spektroom : Aktivitas Galian C di Desa Poka, Kota Ambon, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia meminta DPRD dan Pemerintah Kota Ambon tidak sekadar membicarakan persoalan tersebut, tetapi segera memastikan dampaknya terhadap lingkungan melalui kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bodewin menyampaikan hal itu usai Rapat Paripurna ke-5

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru