Advokasi dan Kerja Kolaborasi Jadi Acuan APINDO Meningkatkan Posisi Tawar Terhadap Pemerintah dan Kelompok Usaha Lainnya

Advokasi dan Kerja Kolaborasi Jadi Acuan APINDO Meningkatkan Posisi Tawar Terhadap Pemerintah dan Kelompok Usaha Lainnya
Kondisi pertumbuhan ekonomi yang dipertanyakan dalam pemerataan kesejahteraan.(Foto animasi)

Banjarmasin-Spektroom : Rakerkonprov APINDO Kalimantan Selatan tahun 2026 ini terasa berbeda. Selain karena ini merupakan tahun pertama dari kepengurusan yang baru, sehingga belum tuntas benar dalam soal membangun konsolidasi internal, juga karena dihadapkan pada tantangan ekonomi yang tidak baik-baik saja.

Menurut kaca mata APINDO, kata Noorhalis Majid selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi DPP APINDO Kalimantan Selatan, selain terpaan isu-isu terbaru yang membuat ekonomi semakin terpuruk, secara umum dalam 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar antara 5-5,3%. Memang cukup baik dibanding dengan negara lain, tapi tidak terlalu banyak menolong pada pemerataan kesejahteraan.

Dari sisi pertumbuhan ekspor, masih belum cukup tinggi. Jenis barang ekspor masih didominasi produk berbasis sumber daya alam, minim produk olahan, sehingga kurang membantu penyerapan lapangan pekerjaan, dan sedikit kurang beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. .

Dikatakan, terjadi pertumbuhan demografi yang cukup pesat, namun tidak dibarengi peningkatan produktivitas tenaga kerja, termasuk partisipasi angkatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan pekerja perempuan. Apabila tidak dilakukan peningkatan produktivitas tenaga kerja, maka pasti tidak kompetitif, sehingga angka pengangguran otomatis meningkat dan PHK menjadi tinggi.

Berdasar Survei APINDO terhadap 1.984 responden dunia usaha di seluruh Indonesia, jelasnya, mereka memiliki pandangan yang tidak terlalu menggembirakan. Sejumlah 72% menyatakan mengalami lambannya penjualan dengan 15% mengalami penurunan, 27% mengalami stagnasi, dan 29% mengalami pertumbuhan penjualan, namun pertumbuhannya kurang dari 3%. Dengan demikian, benar-benar menggambarkan situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja.

Walaupun demikian, mayoritas masih optimis terhadap pertumbuhan usaha dalam 5 tahun ke depan, dengan syarat, perang di Timur Tengah tidak semakin meluas, dan tidak mempengaruhi pasokan distribusi global.

Untuk itu, walau tantangannya semakin berat, dengan segala optimisme, pelaku usaha akan menyiapkan berbagai strategi, antara lain: melakukan ekspansi bisnis, tetap terus berinvestasi dengan mengembangkan hal-hal baru, dan terus menggali sumber pembiayaan usaha.

Dengan usaha-usaha tersebut, dan tentu saja dengan segala kolaborasi semua pihak, dunia usaha berharap pertumbuhan minimal tetap positif dengan rata-rata 5%. Keadaan makroekonomi juga akan tetap stabil, walau 58% menilai kurs rupiah tidak kompetitif dan 50% menilai suku bunga kredit kurang memadai.

APINDO memiliki visi dalam menjawab berbagai persoalan terkini tersebut, yaitu “Dunia Usaha Tangguh Menghadapi Perubahan”. Untuk itu, ada 5 (lima) ranah kebijakan yang harus diperbaiki sebagai bentuk rekomendasi dan kontribusi dari dunia usaha terhadap situasi saat ini.

Pertama, perlunya kepastian hukum dan kebijakan. Mesti dilakukan perbaikan kelembagaan dan koordinasi dalam implementasi kebijakan; Contoh: perijinan melalui OSS yang katanya akan mempermudah dalam berusaha, nyatanya belum berjalan dengan baik, bahkan semakin rumit;

Kedua, peran teknologi dan SDM dalam mendukung lompatan produktivitas untuk transformasi ekonomi. Dirasakan masih rendahnya keterampilan, literasi digital dan kelangkaan talenta SDM berkualitas;

Ketiga, kebijakan industri, perdagangan, investasi dan persaingan yang sehat. Pemerintah diharapkan fokus pada peningkatan produksi dalam negeri, dan memberi kesempatan seluasnya pada peran perusahaan dalam negeri.

Keempat, konsisten pada konsep ekonomi berkelanjutan untuk pengembangan industri hijau, sehingga bencana ekologi bisa dicegah dan tidak memperparah situasi ekonomi;

Kelima, terus melakukan perbaikan infrastruktur, terutama transportasi, konektivitas dan logistik. Termasuk transisi sektor energi, dan prasarana digital yang efisien dan efektif.

Guna menghadapi berbagai tantangan yang sedang terjadi, dan dalam upaya mengawal rekomendasi yang sudah disampaikan, perlu dilakukan kerja kolaborasi di antara para pelaku usaha tersebut. Tidak mungkin dapat mengatasi segala macam persoalan, kalau tidak ada kerja kolaborasi.

Wadah dalam melakukan kerja kolaborasi tersebut, tentu saja wadah yang dimiliki dan dibentuk oleh para pengusaha itu sendiri, yaitu APINDO. Berhimpunlah para pengusaha dalam satu wadah APINDO, maka posisi tawar terhadap pemerintah dan kelompok lainnya, akan semakin kuat. Terutama dalam upayanya mewujudkan penciptaan lapangan pekerjaan dan mendorong pemajuan ekonomi.

APINDO sendiri secara internal, terus memperkuat dirinya, dengan membentuk Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK), sehingga bisa menjadi wadah konsolidasi para pengusaha di tingkat Kabupaten dan Kota, untuk saling menguatkan satu sama lainnya.

Peningkatan kapasitas, kompetensi, pengayaan pengetahuan dan informasi, harus terus dilakukan kepada para pengusaha, agar tetap kompetitif dalam segala situasi.*****

Berita terkait

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Jakarta - Spektroom :  Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi. “Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Jakarta — Spektroom : Menkop meminta seluruh pengurus KDKMP Panerusan Wetan dan koperasi di Banjarnegara untuk segera bersiap menyambut tiga langkah konkret Kemenkop. Langkah pertama mencakup sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa ( 15/9/2026) membahas  hasil kunjungan

Nurana Diah Dhayanti
Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Jember-Spektroom : Kepala SMPN 2 Jember, Heru Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan di luar sekolah. “Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Budi Sucahyono, Julianto
Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini

Budi Sucahyono, Julianto
ссс