Agar Lebih Cepat Menemukan Penderita TB, Pemprov Lampung Perkenalkan Platform Peduli TB Lampung
Bandarlampung - Spektroom: Penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Lampung dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh unsur masyarakat, karena masih banyak kasus TBC yang belum ditemukan meski tingkat keberhasilan pengobatan pasien di Lampung tergolong tinggi.
"Ini bukan tugas insan kesehatan saja, tetapi seluruh stakeholder, seluruh lapisan masyarakat. Saya ingin gerakannya seperti gerakan Pekan Imunisasi Nasional pada saat dulu," ucap Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Pada peluncuran aplikasi peduli TB Lampung dan Pengukuhan koalisi organisasi profesi indonesia tuberkolosis (Kopi TB) se-Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026), Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela juga mengatakan berdasarkan estimasi 2026, terdapat 30.745 kasus TBC di Lampung.
Namun, hingga akhir Agustus 2026, capaian notifikasi kasus baru mencapai sekitar 38 persen sehingga masih terdapat kesenjangan besar antara estimasi kasus dan kasus yang berhasil ditemukan.
Menurut wagub, persoalan utama penanggulangan TBC di Lampung bukan semata-mata ketersediaan obat. Tantangan terbesar berada di hulu, yakni menemukan penderita sedini mungkin, memastikan pasien menjalani pengobatan, memeriksa kontak serumah, serta memberikan terapi pencegahan kepada mereka yang memenuhi syarat.
"Ketika satu kasus tuberkulosis ditemukan secara terlambat, dampaknya tidak berhenti pada satu pasien saja. Ia mempunyai konsekuensi terhadap keluarga, terhadap lingkungan, produktivitas pun," ujar Wagub.
Karena itu, Pemprov Lampung mendorong keterlibatan camat, lurah, RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI, Polri, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat dalam menemukan kasus TBC. Jihan menilai pola kerja lintas sektor diperlukan agar penularan tidak terus berlangsung tanpa terdeteksi.
Di 13 kabupaten dan dua kota di Lampung dengan 229 kecamatan, serta ribuan desa dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, 69 persen penduduk Lampung berada dalam usia produktif sehingga penularan TBC dinilai dapat berdampak langsung terhadap produktivitas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dari sisi fasilitas kesehatan, Lampung memiliki sembilan rumah sakit pemerintah, 63 rumah sakit swasta, 322 puskesmas, 560 klinik TPMD, 15 klinik lapas atau rutan, serta dua rumah sakit TNI/Polri.
Untuk itulah Wagub Jihan meminta seluruh fasilitas tersebut tidak hanya berperan dalam pengobatan, tetapi juga aktif menemukan kasus dan memutus rantai penularan. Jihan berharap platform tersebut dapat diperluas, termasuk menyasar masyarakat yang masuk ke Lampung melalui bandara dan pelabuhan.

Diforum yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menilai Lampung memiliki kinerja pengobatan TBC yang baik. Ia menyebut keberhasilan pengobatan TBC di Lampung mencapai sekitar 92 persen dan termasuk yang tertinggi secara nasional.
"Kalau perkara ngobatin sudah pasti bagus. Keberhasilan pengobatan TBC juga bagus, Lampung 92 persen, bahkan nomor satu di Indonesia," kata Wamenkes.
Namun, Wamenkes mengingatkan tingginya keberhasilan pengobatan belum cukup untuk menurunkan kasus apabila penemuan dan pencegahan belum diperkuat.
Karena itu, Kementerian Kesehatan menyiapkan pemeriksaan menggunakan x-ray portable dan NPOC untuk memperkuat penemuan kasus secara aktif.
Untuk Lampung, pemeriksaan aktif tersebut akan dilakukan di 15 kabupaten dan kota pada sekitar 1.571 titik lokasi. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 26 unit x-ray portable serta NPOC untuk mendukung pemeriksaan di 322 puskesmas di Lampung.
Wamenkes mengatakan dukungan tersebut harus diikuti dengan kerja lapangan yang terstruktur, mulai dari penemuan kasus, pengobatan hingga tuntas, investigasi kontak, terapi pencegahan, dan perbaikan lingkungan tempat tinggal pasien.
"Dengan langkah tersebut, penanggulangan TBC diharapkan tidak hanya menyembuhkan pasien, tetapi juga menghentikan rantai penularan" ujar Wamenkes mengakhiri sambutannya.
Sekedar informasi berdasarkan estimasi 2026, terdapat 30.745 kasus TBC di Lampung. Namun, hingga akhir Agustus 2026, capaian notifikasi kasus baru mencapai sekitar 38 persen sehingga masih terdapat kesenjangan besar antara estimasi kasus dan kasus yang berhasil ditemukan.(@Ng).