Agung Sudiono Abadi Pamit dari BMKG Tjilik Riwut, Akhiri Tugas Dua Tahun di Kalimantan Tengah

Agung Sudiono Abadi Pamit dari BMKG Tjilik Riwut, Akhiri Tugas Dua Tahun di Kalimantan Tengah
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Agung Sudiono Abadi, S.Si., berpamitan. (foto.dokumen pribadi)

Spektroom – Setelah dua tahun mengemban amanah, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Agung Sudiono Abadi, S.Si., resmi berpamitan seiring berakhirnya masa tugasnya di Provinsi Kalimantan Tengah, Desember 2025.

Selama masa pengabdian sejak 29 Desember 2023, Agung dikenal aktif memperkuat peran BMKG dalam menyediakan layanan informasi cuaca dan iklim yang cepat, akurat, serta mudah diakses masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut terus mendorong peningkatan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan peringatan dini cuaca ekstrem, khususnya untuk mendukung keselamatan penerbangan, mitigasi kebencanaan, dan aktivitas publik di Kalimantan Tengah.
Sinergi lintas sektor pun diperkuat, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, media, hingga masyarakat luas, sebagai bagian dari upaya menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan utama dalam pengambilan keputusan.

Agung Sudiono Abadi (paling depan) saat hadiri rapat Pimpinan SKPD Kalteng. (foto.dokumen pribadi)

Dalam pesan pamitnya, Agung menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas dukungan dan kepercayaan selama menjalankan amanah di Bumi Tambun Bungai.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang luar biasa selama dua tahun menjalankan amanah di Kalimantan Tengah. Kebersamaan dan kerja sama yang terjalin menjadi pengalaman berharga bagi saya dan keluarga,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Agung juga menyampaikan permohonan maaf selama bertugas terdapat kekhilafan, dalam pelaksanaan kedinasan maupun dalam pergaulan sehari-hari.
“Saya dan keluarga mohon maaf selama bertugas terdapat kekurangan dan kesalahan. Semoga silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Menutup pesannya, Agung berharap BMKG di Kalimantan Tengah ke depan semakin adaptif menghadapi tantangan perubahan iklim dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap BMKG di Kalimantan Tengah semakin kuat, adaptif, dan terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” pesannya, seraya memohon doa restu untuk mengemban amanah di tempat tugas yang baru.

Kesan pegawai BMKG CR yang pesan agar namanya tak ditulis, Agung meninggalkan kesan mendalam bagibaginya. Salah pegawai BMKG ini, menyampaikan apresiasi atas gaya kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif.
“Beliau sosok pimpinan yang membangun suasana kerja kolaboratif. Arahan jelas, responsif terhadap dinamika lapangan, dan selalu mendorong kami bekerja profesional sesuai tugas BMKG,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan Agung memberi ruang bagi peningkatan kapasitas SDM sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan BMKG di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut selanjutnya akan dilanjutkan oleh kepala stasiun yang baru, Sugiono, ST, M.Kom yang diharapkan dapat meneruskan dan memperkuat capaian positif yang telah dibangun.
BMKG Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini yang andal demi keselamatan dan kepentingan masyarakat luas. (Polin)

Berita terkait

Penguatan Profesi Advokat, Harus Diimbangi Dengan Penguatan Integritas & Kode Etik Advokat

Penguatan Profesi Advokat, Harus Diimbangi Dengan Penguatan Integritas & Kode Etik Advokat

Bandarlampung - Spektroom: Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang Lampung Achmad Solihin, SH. MH memimpin Sidang Terbuka Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Pengambilan Sumpah/Janji 173 Advokat anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Lampung, di ruang Sidang PT Tanjungkarang, di Bandarlampung, Rabu (16/9/2026). Menurut Achmad Solihin, pengambilan sumpah advokat tersebut dilaksanakan dalam

Anggoro AP
Kabut Tak Hentikan Aktifitas Belajar Mengajar, 16 Wali Kelas MTsN 2 Evaluasi Pembelajaran Daring

Kabut Tak Hentikan Aktifitas Belajar Mengajar, 16 Wali Kelas MTsN 2 Evaluasi Pembelajaran Daring

Sawahlunto-Spektroom : Kabut yang menyelimuti wilayah Sawahlunto tidak menghentikan aktivitas belajar mengajar di madrasah. Ketika kondisi lingkungan membuat pembelajaran tatap muka perlu disesuaikan, proses pendidikan dialihkan ke sistem Belajar Dari Rumah (BDR) melalui pembelajaran daring. Namun, perubahan ruang belajar dari kelas ke layar digital tidak cukup hanya dengan membagikan materi dan

Riswan Idris, Rafles
ссс