AIIB Tertarik Danai Sektor Perikanan Proyek Maluku Integrated Port

AIIB Tertarik Danai Sektor Perikanan Proyek Maluku Integrated Port
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, didampingi oleh Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton Lailossa Audens bersama Senior Investment Officer Public Sector Clients Departement Regional 1 dari Asia Infrastructure Investmen Bank Niraja Shukla bertempat di ruang rapat Gubernur, Jumat 10 Juli 2026. Foto Diskominfo Maluku

Ambon– Spektroom : Rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) sebagai kawasan perikanan dan logistik terpadu di Provinsi Maluku kembali mendapat tambahan dukungan dana internasional.

Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) resmi menyatakan ketertarikannya untuk berkontribusi mendanai proyek strategis nasional tersebut, mendampingi World Bank yang telah memberikan dukungan sebelumnya.

Kepastian minat investasi ini disampaikan dalam audiensi antara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Senior Investment Officer Public Sector Clients Departement Regional 1 AIIB, Niraja Shukla, di Ruang Rapat Gubernur pada Jumat (10/7/2026).

Berbeda dengan World Bank, fokus pendanaan dari AIIB akan diarahkan secara spesifik. Lembaga keuangan tersebut hanya akan membiayai pengembangan pada sektor perikanan, bukan pada aspek logistik atau infrastruktur lainnya.

"Mereka bersedia turut berkontribusi mendanai proyek tersebut bersama World Bank. Ketertarikan mereka secara khusus berada pada sektor perikanan," ujar Lailossa memberikan keterangan.

Saat ini, perwakilan delegasi AIIB tengah berada di Maluku untuk meninjau langsung kesiapan proyek di lapangan. Sebagai langkah tindak lanjut, AIIB juga telah menggelar serangkaian pembahasan teknis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku untuk memperkuat koordinasi dan arah investasi.

Masuknya AIIB sebagai calon mitra pendanaan baru ini dinilai memperkuat optimisme percepatan realisasi MIP. Kehadiran dua lembaga keuangan dunia tersebut diharapkan menjadi katalis utama bagi pembangunan sektor kelautan Maluku, sekaligus memperkokoh posisi provinsi ini sebagai pusat industri perikanan nasional.(EM)

Berita terkait

Tepat di Tahun Ajaran Baru, Pemkab Madiun Salurkan BLT DBHCHT Rp1,7 Miliar untuk Buruh

Tepat di Tahun Ajaran Baru, Pemkab Madiun Salurkan BLT DBHCHT Rp1,7 Miliar untuk Buruh

Madiun-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan hak masyarakat, khususnya buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok, tidak terpangkas meskipun alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 menyusut hampir separuh akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menyerahkan Bantuan Langsung Tunai

Moch Haryono