Air Bersih dari Brimob Jadi Harapan Warga Rasau Jaya
Kubu Raya-Spektroom : Deretan jeriken, galon, hingga ember plastik berbaris rapi di halaman Tespam Rasau Jaya Umum, Dusun Rasau Kota, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).
Di bawah terik matahari yang menyengat, warga menunggu giliran mendapatkan air bersih yang beberapa pekan terakhir menjadi barang yang semakin sulit diperoleh akibat kemarau panjang.

Di tengah kondisi itu, sebuah kendaraan Water Treatment milik Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat menjadi pusat perhatian warga.
Mesin pengolah air tersebut bekerja tanpa henti, mengubah air sungai yang keruh menjadi air bersih yang layak digunakan masyarakat.
Satu per satu warga mendekat membawa wadah yang mereka miliki.
Ada yang datang dengan sepeda motor mengangkut galon kosong, ada pula yang memikul jeriken dari rumah yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pendistribusian.
Bagi Ria Lestari, warga setempat, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah kesulitan yang dialami masyarakat selama musim kemarau.
"Terima kasih kepada Brimob dan Polda Kalbar yang sudah membantu kami.
Saat ini air bersih memang sulit didapat. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga," ujarnya.
Air yang didistribusikan kepada warga bukan sekadar diambil dari sungai lalu dibagikan begitu saja.
Melalui kendaraan Water Treatment, air terlebih dahulu menjalani proses pengolahan berlapis, mulai dari makrofiltrasi, mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, reverse osmosis (RO), hingga penyinaran ultraviolet (UV).
Setelah melewati pengujian kualitas dan tingkat keasaman (pH), air dinyatakan layak untuk digunakan masyarakat.
Di lokasi kegiatan, sejumlah unsur pemerintah daerah turut hadir, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Polsek Rasau Jaya, tenaga kesehatan dari Puskesmas Rasau Jaya, hingga personel Satbrimob dan Humas Polda Kalbar.
Kepala Desa Rajali, Ahmad, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Satbrimob Polda Kalbar dalam membantu masyarakat yang terdampak kemarau.
Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan warga ketika musim kering berlangsung dalam waktu lama.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menegaskan bahwa pendistribusian air bersih merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
"Polri hadir untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dalam menghadapi kemarau panjang," katanya.
Menjelang siang, antrean warga masih terlihat. Galon-galon yang semula kosong mulai terisi penuh.
Di tengah ancaman kekeringan dan berkurangnya sumber air bersih, bantuan tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan harian warga, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bahwa mereka tidak menghadapi musim kemarau sendirian.