Air Upas Diteror Beruntun, Pemerintah dan Polisi Turun Tangan

Air Upas Diteror Beruntun, Pemerintah dan Polisi Turun Tangan
Suasana Rapat Koordinasi Pembahasan gelombang Absi Teror yg terjadi di Air Upas Kabupaten Ketapang. Rakor dipimpin oleh Bupati Alexander Wilyo beserta seluruh Forkopimda Kabupaten Ketapang. (Foto : M.Saad)

Ketapang-Spektroom : Gelombang aksi teror yang berlangsung lebih dari satu tahun di Kecamatan Air Upas akhirnya memaksa pemerintah daerah dan aparat kepolisian bergerak lebih agresif.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (7/4/2026), situasi keamanan yang kian mengkhawatirkan menjadi sorotan utama.

Sejak Februari 2025 hingga April 2026, setidaknya 37 insiden tercatat di dua desa, yakni Petuakan dan Gahang.

Rangkaian kejadian itu bukan sekadar kriminal biasa melainkan pola teror yang terstruktur: 30 kasus pembakaran pondok, 4 penembakan menggunakan senjata angin, 2 pembakaran alat berat, serta 1 kasus pencurian.

Mayoritas aksi terjadi pada malam hari, saat warga dalam kondisi paling rentan.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam.

Ia menyebut situasi ini sebagai ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat dan stabilitas daerah.

“Ini bukan lagi kejadian sporadis. Pemerintah hadir dan akan memastikan ada progres nyata dalam penanganannya,” ujarnya tegas.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan pendampingan langsung kepada warga terdampak.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus akibat rentetan kejadian tersebut.

Di sisi lain, Kapolres Ketapang, Muhammad Harris, mengungkapkan bahwa penyelidikan masih terus berjalan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, hingga membentuk tim khusus untuk memburu pelaku.

“Penyisiran wilayah, patroli rutin, hingga pelibatan anjing pelacak terus kami lakukan.

Bahkan, daftar pencarian orang sudah kami terbitkan untuk mempercepat pengungkapan kasus,” kata Harris.

Dua orang pelaku sebelumnya telah diamankan dan dijatuhi hukuman, namun aparat meyakini masih ada aktor lain di balik aksi teror ini. Dugaan adanya jaringan atau motif tertentu pun masih didalami.

Situasi di lapangan kini masih menyisakan kecemasan. Warga memilih membatasi aktivitas malam hari, sementara aparat meningkatkan patroli dialogis untuk menjaga kondusivitas.

Pemerintah dan kepolisian sepakat, kunci penyelesaian kasus ini tidak hanya pada penegakan hukum, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat.

Dalam konteks ini, keamanan menjadi tanggung jawab kolektif
bukan semata aparat.

Di tengah tekanan publik dan meningkatnya eskalasi kasus, satu hal menjadi taruhan: seberapa cepat negara mampu mengembalikan rasa aman warganya.
Di Air Upas, waktu menjadi faktor krusial dan setiap malam tanpa kepastian adalah ancaman yang nyata.

Berita terkait

Respons Masukan Warga, Dindukcapil Rembang Akan Perluas Jemput Bola hingga Live TikTok

Respons Masukan Warga, Dindukcapil Rembang Akan Perluas Jemput Bola hingga Live TikTok

Rembang-Spektroom : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di aula Dindukcapil Rembang, Kamis (17/9/2026). Hasilnya Dindukcapil akan memperluas layanan jemput bola administrasi kependudukan. Plt Kepala Dindukcapil Mutaqin menyatakan FKP menjadi ruang bagi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Trans Banyumas Kembali Mengaspal 18 September, 52 Armada Layani Empat Koridor

Trans Banyumas Kembali Mengaspal 18 September, 52 Armada Layani Empat Koridor

Banyumas -Spektroom : Kabar kembalinya Trans Banyumas beroperasi, menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengandalkan angkutan umum untuk beraktivitas. Setelah sempat berhenti beroperasi, layanan transportasi tersebut dipastikan kembali melayani masyarakat mulai Jumat (18/9/2026). Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan seluruh koridor Trans Banyumas akan kembali beroperasi tanpa

Bian Pamungkas
PMI Harus Mampu Terapkan Mitigasi Bencana Menjadi Budaya Siap Siaga Masyarakat  Lampung

PMI Harus Mampu Terapkan Mitigasi Bencana Menjadi Budaya Siap Siaga Masyarakat  Lampung

Bandarlampung - Spektroom Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung tidak hanya berperan dalam pelayanan donor darah dan kesehatan, tetapi juga membangun budaya kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah masyarakat. Menurut Gubernur, semangat gotong royong dan tolong-menolong yang menjadi nilai dasar PMI

Anggoro AP
ссс