TVRI Jateng Masifkan Demam Piala Dunia di CFD Simpanglima Semarang

TVRI Jateng Masifkan Demam Piala Dunia di CFD Simpanglima Semarang
Fun Walk Bola Gembira TVRI di Car Free Day (CFD) kawasan Simpanglima Semarang, Minggu, 3 Mei 2026. (Foto:Sigit)

Semarang-Spektroom: Menjelang bergulirnya Piala Dunia Juni mendatang, masyarakat kota Semarang mulai dijangkiti demam bola.

Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat nampak saat Fun Walk Bola Gembira TVRI di Car Free Day (CFD) kawasan Simpanglima Semarang, Minggu, 3 Mei 2026.

Kepala TVRI Jateng, Sanny Aprilinda Damanik mengatakan bahwa kegiatan Fun Walk Bola Gembira di CFD menjadi sarana promosi ajang Piala Dunia 2026 disiarkan live oleh TVRI pusat dan daerah.

Selaku pemegang hak siar (official broadcaster) Piala Dunia 2026 di Indonesia, pihaknya akan menayangkan seluruh 104 pertandingan secara gratis (free-to-air) melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.

“Kami sebagai penyiaran daerah menggaungkan lagi euphoria masyarakat terhadap event Piala Dunia 2026. Selain itu, agar masyarakat juga mengetahui bahwa memang siaran Piala Dunia itu dapat ditonton secara gratis free to air melalui pesawat televisi di rumah,” ucapnya di sela acara Fun Walk Bola Gembira.

Sebagai pemegang hak siar resmi, lanjut dia, pihaknya secara aktif mengajak Pemda di seluruh Indonesia untuk berkolaborasi dalam mengaungkan kemeriahan Piala Dunia 2026.

TVRI ingin memastikan demam bola 2026 terasa hingga ke berbagai penjuru tanah air, tidak hanya di kota besar.

“Kami mengajak pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota untuk bisa memfasilitasi nonton bareng. Masyarakat bisa bersama-sama menonton siaran Piala Dunia 2026,” ucapnya.

Berita terkait

Antisipasi Kenaikan BBM 2027, Pakar Usulkan Rp10 Triliun untuk Transportasi Publik

Antisipasi Kenaikan BBM 2027, Pakar Usulkan Rp10 Triliun untuk Transportasi Publik

Surakarta – Spektroom: Pakar Transportasi Nasional, Djoko Setijowarno, mengusulkan pemerintah segera menyiapkan langkah antisipatif menghadapi rencana kenaikan harga BBM subsidi pada Januari 2027, salah satunya melalui penguatan transportasi publik secara masif. Djoko Setijowarno yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia menilai, modernisasi transportasi publik bukan sekadar beban anggaran, melainkan investasi strategis

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas