Pengecatan Dikebut, Jembatan Garuda Desa Paya Besar Segera Rampung

Pengecatan Dikebut, Jembatan Garuda Desa Paya Besar Segera Rampung
Pengecatan Jembatan Garuda yang dilakukan Personil TNI.(Foto Penerangan 1002/HST-Kalsel)

Junaidi, Agung Yunianto

Barabai-Spektroom : Progres pembangunan Jembatan Garuda di Desa Paya Besar, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini telah mencapai 95 persen. Memasuki tahap akhir, Satgas terus menggenjot pekerjaan finishing, termasuk pengecatan badan jembatan, Minggu (3/5/2026).

Pengecatan Jembatan Garuda yang dilakukan Personil TNI.(Foto Penerangan 1002/HST-Kalsel)

Terlihat di lapangan, personel TNI bersama tim bekerja merapikan dan memperindah bagian jembatan dengan pengecatan warna merah putih, sebagai simbol semangat kebangsaan sekaligus memperkuat estetika bangunan.

Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Koordinator Lapangan Kapten Inf M. Fadilah menyampaikan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir sebelum jembatan diresmikan dan digunakan secara optimal oleh masyarakat.

“Alhamdulillah progres sudah mencapai 95 persen. Saat ini kami melaksanakan tahap finishing, seperti pengecatan dan perapian beberapa bagian agar jembatan benar-benar siap digunakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Jembatan Garuda nantinya akan sangat membantu mobilitas warga Desa Paya Besar dan sekitarnya, baik untuk aktivitas sehari-hari, pendidikan, maupun perekonomian masyarakat.

Dengan hampir rampungnya pembangunan tersebut, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Garuda sudah dapat diresmikan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.*****

Berita terkait

Antisipasi Kenaikan BBM 2027, Pakar Usulkan Rp10 Triliun untuk Transportasi Publik

Antisipasi Kenaikan BBM 2027, Pakar Usulkan Rp10 Triliun untuk Transportasi Publik

Surakarta – Spektroom: Pakar Transportasi Nasional, Djoko Setijowarno, mengusulkan pemerintah segera menyiapkan langkah antisipatif menghadapi rencana kenaikan harga BBM subsidi pada Januari 2027, salah satunya melalui penguatan transportasi publik secara masif. Djoko Setijowarno yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia menilai, modernisasi transportasi publik bukan sekadar beban anggaran, melainkan investasi strategis

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas