Akhir April 2026 Ponorogo Masuk Kemarau, Waspada Krisis Air

Akhir April 2026 Ponorogo Masuk Kemarau, Waspada Krisis Air
Mobil tangki air BPBD Ponorogo siap dropping air bersih bagi warga yang membutuhkan (Foto: Kominfo Madiun)

Madiun-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi musim kemarau di wilayah Jawa Timur, hujan ringan kurang dari 50 mm dalam satu dasarian masih dimungkinkan terjadi. Di Ponorogo curah hujan diperkirakan mulai menurun hingga maksimal 50 mm per dasarian pada Dasarian III bulan April, lalu berlanjut pada Dasarian I dan Dasarian II bulan Mei.

Jika pola itu berlangsung sesuai prakiraan, maka Ponorogo secara klimatologis sudah mulai memasuki musim kemarau pada akhir April hingga awal Mei 2026. Sepanjang musim kemarau 2026 nanti, curah hujan di Ponorogo diperkirakan hanya berada di kisaran 201 hingga 500 milimeter. Angka ini lebih rendah dibanding musim kemarau 2025 yang masih berada di kisaran 400 milimeter.

Dengan kondisi tersebut, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih kering dan cenderung mendekati pola musim kemarau pada 2024 lalu.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, lama musim kemarau di Ponorogo diperkirakan berlangsung selama 16 hingga 19 Dasarian atau sekitar lima sampai enam bulan.

"Artinya, musim kemarau berpotensi berlangsung mulai Mei hingga sekitar September atau Oktober. Setelah itu memasuki masa pancaroba menuju musim hujan lagi. Jadi memang perlu kesiapsiagaan sejak awal,” katanya (21/4/2026). Menurut Masun, ketika curah hujan selama musim kemarau masih relatif tinggi, seperti tahun 2025 misalnya, dampak kekeringan di Ponorogo juga jauh lebih ringan. Sebaliknya, pada 2024 saat curah hujan menurun drastis, dampak kekeringan di sejumlah wilayah cukup terasa. Karena itu, pada tahun 2026, BPBD Ponorogo memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

“Di Kecamatan Slahung, titik rawan antara lain berada di Desa Duri, Wates, Tugurejo, Senepo, Caluk, dan Slahung. Dari beberapa desa tersebut, Duri dan Wates selama ini termasuk yang paling awal mengajukan permintaan distribusi air bersih,” ujarnya Bersamaan itu, wilayah rawan kekeringan juga tersebar di Kecamatan Sawoo seperti Desa Pangkal, Payungan, Sriti, dan Tumpuk. Kemudian di Kecamatan Sampung terdapat Desa Gelangkulon, di Kecamatan Jambon ada Desa Sidoharjo, di Kecamatan Pulung juga terdapat Desa Sidoharjo.

Kekeringan juga kerap mengancam Kecamatan Sooko meliputi Suru, Klepu, dan Ngadirojo. “Sementara di Kecamatan Bungkal, wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Desa Belang dan Munggu,” katanya. Masun menjelaskan, kekeringan umumnya berkembang dalam beberapa tahapan. Tahap awal adalah kekeringan meteorologis, yakni ketika curah hujan mulai turun hingga 50 mm per Dasarian.

Tahap berikutnya adalah kekeringan hidrologis, yaitu ketika sumber-sumber air permukaan mulai menyusut atau mengering. Pada tahap kekeringan hidrologis ini dampaknya mulai dirasakan mengganggu aktivitas keseharian masyarakat akibat suplai air bersih mulai berkurang.

Selanjutnya adalah kekeringan agronomis, saat ketersediaan air sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan tanaman. “Kalau sudah masuk tahap agronomis, biasanya sektor pertanian mulai terdampak. Tanaman mulai meranggas atau merontokkan daun sebagai bentuk adaptasi terhadap kekurangan air,” terangnya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menghemat penggunaan air dan menjaga kelestarian lingkungan. Kata Masun, upaya menjaga vegetasi dan menanam tanaman yang mampu menyimpan cadangan air juga menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau.

Berita terkait

DisKominfo Maluku Dorong Percepatan Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber

DisKominfo Maluku Dorong Percepatan Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber

Ambon-Spektroom : Menindaklanjuti pertemuan strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku, menegaskan urgensi penguatan keamanan informasi di seluruh wilayah Maluku. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Drs. Titus F. L. Renwarin, M.Si

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Ringankan Beban Korban Gempa, Kemenag Ternate Salurkan Bantuan ke Pulau Batang Dua

Ringankan Beban Korban Gempa, Kemenag Ternate Salurkan Bantuan ke Pulau Batang Dua

Ternate-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Bantuan berupa 100 karung beras ukuran 5 kilogram tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan respons Kemenag terhadap masyarakat terdampak bencana. Diketahui, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Pemerintah RI Protes Keras Pemasangan Simbol Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia di Gaza

Pemerintah RI Protes Keras Pemasangan Simbol Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia di Gaza

Jakarta - Spektroom : Tindakan Israel memasang spanduk dan simbol militer di fasilitas kesehatan sebagai tindakan provokatif dan pelanggaran hukum internasional. Pemerintah Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kecaman tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri ( Kemlu

Heriyoko