Aktivitas Arus Mudik di Terminal Tipe A Pekalongan Mulai Menunjukkan Peningkatan Signifikan

Aktivitas Arus Mudik di Terminal Tipe A Pekalongan Mulai Menunjukkan Peningkatan Signifikan
Kepala Terminal Tipe A Pekalongan, Sunarno, mengungkapkan, Peningkatan arus kedatangan dan keberangkatan penumpang di Terminal Tipe A Pekalongan, Kamis 19 Maret 2026 .

Pekalongan-Spektroom: Aktivitas arus mudik di Terminal Tipe A Pekalongan mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada puncak mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Pengelola terminal mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang maupun armada bus hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Kepala Terminal Tipe A Pekalongan, Sunarno, saat dikonfirmasi, Kamis 19 Maret 2026 mengungkapkan, Peningkatan arus kedatangan dan keberangkatan penumpang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini diprediksi akan terus mengalir seiring mendekatnya hari raya.

“Sekitar 30 persen kenaikannya, baik untuk jumlah penumpang maupun bus yang masuk ke terminal,” ujar Sunarno.

Berdasarkan data operasional terbaru, aktivitas pergerakan kendaraan dan penumpang di Terminal Pekalongan menunjukkan mobilitas yang cukup tinggi. Tercatat kedatangan sebanyak 143 bus dengan total 969 penumpang, sementara untuk keberangkatan terdapat 149 bus dengan total 762 penumpang.

Sunarno menjelaskan bahwa secara rata-rata setiap hari terminal melayani sekitar 140 armada bus dengan jumlah penumpang mencapai 400 orang. Namun, pada saat puncak arus mudik diperkirakan jumlah bus yang masuk dapat meningkat hingga sekitar 250 unit per hari.

Menurutnya, moda transportasi bus hingga saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik, terutama bagi pemudik yang berasal dari wilayah Jabodetabek.

“Mayoritas penumpang yang datang ke Kota Pekalongan berasal dari arah barat seperti Jakarta dan Bekasi. Sementara yang dari arah timur kebanyakan hanya melintas menuju Jakarta, jumlahnya hanya sekitar 10 persen saja,” jelasnya.

Menurutnya, terminal Pekalongan lebih banyak menjadi titik penurunan penumpang dibandingkan titik keberangkatan. Banyak pemudik yang menjadikan Kota Pekalongan sebagai tujuan akhir perjalanan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah sekitar.

“Di sini lebih banyak yang turun. Kota Pekalongan menjadi titik penurunan akhir bagi banyak penumpang dari arah barat,” imbuhnya.

Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik, pihak terminal juga bekerja sama dengan aparat kepolisian dan tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi maupun penumpang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan sebagai langkah antisipasi selama arus mudik.

“Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan penumpang bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota dan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan,” terangnya.

Sunarno mengonfirmasi bahwa tren kenaikan penumpang tahun ini terpantau lebih tinggi dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya. Ia menyampaikan lonjakan penumpang mencapai puncaknya pada 17 -19 Maret 2026.

“Kami mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing dan tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu calo di luar area terminal,” pungkasnya.

Berita terkait

Prof. Dr. La Ode Husen: Ketika Hukum Kehilangan Otonomi, Korupsi APBN Menjelma Menjadi Kejahatan Sistemik

Prof. Dr. La Ode Husen: Ketika Hukum Kehilangan Otonomi, Korupsi APBN Menjelma Menjadi Kejahatan Sistemik

Makassar-Spektroom : Di tengah sorotan publik terhadap berbagai dugaan penyimpangan anggaran negara, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum., Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar sekaligus mantan Komisioner Kompolnas, menawarkan cara pandang yang berbeda. Ia tidak semata melihat korupsi sebagai tindakan individual, melainkan sebagai gejala kegagalan sistem hukum menjaga

Yahya Patta, Buang Supeno
Penyaluran Bantuan Pangan 2.546 Warga Desa Lerpak Mendapat Pengawalan Dari Aparat Setempat

Penyaluran Bantuan Pangan 2.546 Warga Desa Lerpak Mendapat Pengawalan Dari Aparat Setempat

Bangkalan-Spektroom : Komitmen TNI dalam membantu kehidupan masyarakat terus bergelora. Hal itu terpatri mulai dari tingkat atas hingga ke tingkat bawah. Seperti yang ditunjukkan oleh jajaran TNI di kecamatan Geger kabupaten Bangkalan. Babinsa Desa Lerpak, Koramil Geger, Serma Syaifudin, melaksanakan pendampingan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng periode Juni–

Abdul Latif Zulkarnain, Julianto