Aku dan Angkatan 45: Renungan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Aku dan Angkatan 45: Renungan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Syafaruddin DaEng Usman Ketua Umum Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Kalimantan Barat, dan anggota Dewan Paripurna Nasional 45 Republik Indonesia.Foto: Dok Pribadi.

Oleh Syafaruddin DaEng Usman

Pontianak-Spektroom: Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus merefleksikan warisan nilai yang ditinggalkan oleh Angkatan 45. Bagi saya, generasi inilah yang layak disebut sebagai generasi pembebas sekaligus salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Saya merasa beruntung karena tumbuh dalam lingkungan keluarga pejuang kemerdekaan dan Legiun Veteran Republik Indonesia. Sejak kecil, saya terbiasa berinteraksi dengan para tokoh Angkatan 45 yang tidak hanya menjadi pelaku sejarah, tetapi juga guru kehidupan. Dari merekalah saya belajar tentang arti cinta tanah air, pengabdian, dan harga diri sebagai bangsa merdeka.

Di Kalimantan Barat, saya berkesempatan berdialog dengan sejumlah tokoh pejuang, antara lain Haji Abang Achmad Noor, Haji Gusti Mohammad Appandie Ranie, Ya’ Syarif Umar, Haji Uray Ibrahim Saleh, Haji Achmad Mawardi Djafar, Syarif Mazwar Alhinduan, Kadaruddin Mundit, Syarif Alwi AMS, SH Marpaung, dan M. Yanis.

Mereka bukan sekadar saksi sejarah, melainkan pelaku yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa.

Ada beberapa karakter yang sangat menonjol dari generasi ini. Pertama, patriotisme yang kuat. Kecintaan mereka kepada Indonesia tidak pernah surut meskipun usia terus bertambah.

Kedua, kepercayaan diri yang tinggi. Dari sorot mata mereka tampak kebanggaan menjadi orang Indonesia dan keyakinan bahwa bangsa ini mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Angkatan 45 tumbuh dalam situasi penjajahan yang merendahkan martabat manusia. Mereka menyaksikan diskriminasi dan penghinaan terhadap pribumi.

Pengalaman itulah yang membentuk tekad kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan dan menegakkan harkat bangsa.

Dari para tokoh tersebut saya juga belajar bahwa seorang pemimpin sejati akan bangga melihat generasi penerus melampaui dirinya.

Mereka tidak pernah pelit ilmu dan pengalaman. Sebaliknya, mereka mendorong anak-anak muda untuk tampil, berkembang, dan mengabdi lebih besar bagi bangsa.

Selain patriotik, mereka dikenal rendah hati, bijaksana, dan gemar merangkul. Mereka tidak mudah menjelekkan orang lain serta selalu mengutamakan persatuan. Kehidupan yang bersahaja dan semangat berdiri di atas kaki sendiri menjadi bagian dari karakter mereka.

Dari almarhum ayah saya, yang juga bagian dari generasi pejuang, saya memperoleh pelajaran berharga: selalu berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik kepada sesama. Beliau juga mengajarkan bahwa keberanian harus berjalan bersama kegembiraan dan optimisme.

Sementara dari almarhum Haji Abang Achmad Noor, saya mendapatkan pelajaran yang hingga kini terus saya pegang: disiplin adalah napas, kesetiaan adalah jiwa, dan kehormatan adalah segalanya.

Kini, ketika Indonesia memasuki usia 81 tahun, nilai-nilai Angkatan 45 tetap relevan. Patriotisme, optimisme, persatuan, dan kepercayaan diri adalah modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.

Angkatan 45 telah membuktikan bahwa bangsa ini mampu mengalahkan berbagai keterbatasan. Tugas generasi penerus adalah menjaga api perjuangan itu agar tetap menyala demi Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan bermartabat.

Berita terkait

Tersangka Pegawai PPPK  PU Diberhentikan Sementara Akibat Penyalahgunaan Narkotika

Tersangka Pegawai PPPK  PU Diberhentikan Sementara Akibat Penyalahgunaan Narkotika

Jakarta - Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah tegas terhadap seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial AS yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika oleh Polrestabes Bandung dalam praktek budidaya tanaman ganja di sebuah rumah kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan

Nurana Diah Dhayanti
Jawa Tengah Sukses Gelar MTQ Nasional Ke-31, DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Jawa Tengah Sukses Gelar MTQ Nasional Ke-31, DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Semarang- Spektroom: Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya penguatan integritas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas untuk menjaga kualitas serta marwah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Hal tersebut disampaikannya saat menutup gelaran MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026 di Lapangan Pancasila, Semarang, pada Sabtu malam (19/9/

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko