Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara : "Cabut Pencalonan Filipina Sebagai Presiden WHA"

Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara : "Cabut Pencalonan Filipina Sebagai Presiden WHA"

SPEKTROOM.ID – Menyusul terpilihnya Filipina sebagai Presiden Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-78 yang berlangsung selama sepekan, ( 19 S/d 27 Mei) di Jenewa, para pegiat kesehatan global semakin gencar menyerukan perlunya menjaga integritas WHA, badan pengambil keputusan utama dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berperan sentral dalam merumuskan agenda dan kebijakan kesehatan global.

Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara (SEATCA) dan Corporate Accountability menekankan bahwa tata kelola yang baik dalam WHA menuntut komitmen yang teguh terhadap prinsip-prinsip kesehatan masyarakat.

Siaran Pers dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) yang diterima spektroom.id menyebut, sebanyak 65 organisasi non-pemerintah di bidang pengendalian tembakau dan kesehatan masyarakat dari tingkat nasional, regional, hingga global di seluruh kawasan WHO mengajukan petisi kepada Negara-Negara Anggota WHO untuk mencabut pencalonan Filipina sebagai Presiden WHA.

"Para pegiat kesehatan mempertanyakan kelayakan Filipina dalam menjunjung integritas dan prinsip-prinsip WHO serta WHA, menyusul diterimanya dan didukungnya berbagai bentuk donasi dari Philip Morris International (PMI) dan afiliasi lokalnya oleh pemerintah Filipina." demikian tulis RUKKI melalui Tim Media Putri Marcelina, Rabu (28/5/2025).

Menurut Direktur Eksekutif SEATCA, Dr. Ulysses Dorotheo, pada Maret 2025, dalam sebuah upacara resmi di Istana Malacañang, Menteri Kesehatan Dr. Teodoro Herbosa, Ibu Negara Liza Marcos, dan Menteri Kesejahteraan Sosial Rex Gatchalian memberikan apresiasi kepada para eksekutif PMI yang menyerahkan empat unit klinik keliling kepada pemerintah.

"Ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, beberapa bulan sebelumnya, pejabat yang sama juga menerima donasi serupa dari perusahaan rokok yang sama." katanya.

Negara-Negara Anggota didesak untuk waspada terhadap segala upaya industri rokok dalam melemahkan atau menggagalkan upaya pengendalian tembakau, serta tetap siaga dalam mengatasi pengaruh industri tersebut.”

Pemerintah Filipina mengetahui bahwa penggunaan tembakau merenggut lebih dari 110.000 nyawa warga Filipina dan 8 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.

"Para pejabat publik yang diberi mandat untuk melindungi masyarakat dari kematian dan penyakit seharusnya memahami pentingnya menghindari interaksi yang tidak perlu dengan industri rokok. Bekerja sama dengan industri tembakau, atau industri lain yang merugikan kesehatan, membahayakan jutaan nyawa,” ujar Dr. Ulysses Dorotheo.

“Mengingat kedekatan hubungan antara pemerintah Filipina dan industri rokok, kepemimpinan Filipina dalam WHA menciptakan preseden berbahaya, di mana determinan komersial kesehatan dapat mempengaruhi pemerintah dan memanipulasi pengambilan keputusan kesehatan global,” tambahnya.

WHA, lanjut Ulysses Dorotheo, berada di garda terdepan tata kelola kesehatan global dan memiliki mandat untuk menjaga kebijakan yang melindungi jutaan jiwa di seluruh dunia.

"WHA menjunjung tinggi transparansi, independensi, dan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat sangat penting agar setiap keputusan bebas dari pengaruh industri rokok, yang kepentingannya jelas bertentangan dengan Pasal 5.3 FCTC WHO dan Resolusi WHA 54.18." tutupnya. (@Ng)

Berita terkait

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Jember-Spektroom : Upaya penuntasan dan pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan tersebut dibuka dan

Budi Sucahyono, Julianto
Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Sleman – Spektroom : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bertemu dengan ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Sleman di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji didampingi Wakil Bupati Sleman

Fatmawaty, Bian Pamungkas