Anak dan Remaja Jadi Suara Utama Pencegahan Perkawinan Anak di NTB

Anak dan Remaja Jadi Suara Utama Pencegahan Perkawinan Anak di NTB
Ketua TP-PKK NTB Sinta Agathia bersama peserta kegiatan Youth Consultation (foto: Diskominpotik NTB)

Spektroom - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi NTB, Sinta Agathia, menegaskan pentingnya melibatkan suara anak dan remaja secara langsung dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Menurutnya, anak-anak justru kerap memiliki pemahaman yang lebih jujur dan mendalam mengenai realitas perkawinan anak yang terjadi di lingkungan mereka. Hal tersebut disampaikan Bunda Sinta saat menghadiri kegiatan Youth Consultation dengan tema Cegah Perkawinan Anak yang diselenggarakan oleh Plan International Indonesia di Mataram, Rabu, 18 Februari 2026. “TP-PKK telah terjun langsung selama satu tahun terakhir, namun kami menyadari bahwa masih ada pendekatan yang belum tepat sasaran. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan masukan dari anak-anak dan remaja agar intervensi yang dilakukan benar-benar efektif,” ungkapnya. Bunda Sinta menekankan pentingnya bagi setiap keluarga untuk memahami perkawinan tidak serta-merta menyelesaikan masalah, melainkan justru menambah beban baru dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi kepada orang tua serta masyarakat luas masih sangat dibutuhkan, agar remaja dapat menikmati masa mudanya melalui kegiatan yang produktif dan positif. Lebih lanjut, Bunda Sinta menjelaskan bahwa permasalahan perkawinan anak di NTB sangat kompleks dan penanganannya tidak bisa diseragamkan antara wilayah Lombok dan Sumbawa. “Sering kali adat disalahkan, padahal faktanya kasus serupa juga terjadi di wilayah lain. Ini adalah persoalan sistemik yang saling berkaitan, seperti mata rantai, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga migrasi tenaga kerja,” ujarnya. Pihaknya mengapresiasi adanya pendekatan di luar jalur pengadilan, yang dinilai lebih persuasif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak dan keluarga. Bahkan, sejumlah pemerintah kabupaten telah menunjukkan komitmen nyata, salah satunya dengan percepatan pengesahan peraturan bupati terkait pencegahan perkawinan anak, serta keberhasilan menggagalkan sejumlah permohonan dispensasi nikah melalui edukasi dan pendampingan melalui program khususnya gerakan Sahabat pengadilan (ldan Program Gemercik (Gerakan Meraih Cita tanpa Kawin Anak) yang diinisiasi oleh Yayasan Plan International Indonesia. Sementara itu, Sabaruddin, projek manager Yayasan Plan International Indonesia menyatakan, pencegahan perkawinan anak merupakan salah satu prioritas utama selama sepuluh tahun terakhir, yang dijalankan melalui berbagai program, seperti Yes I Do!, Let’s Talk!, dan GEMERCIK (Gerakan Meraih Cita tanpa Kawin Anak). Program GEMERCIK sendiri menitikberatkan pada pelibatan anak dan remaja, penguatan kapasitas satuan tugas, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk pengadilan agama dan keluarga. "Plan bekerjasama dengan Kabupaten Lombok Utara mencetuskan program Gemercik dengan melakukan intervensi peningkatan kapasitas satgas perkawinan anak yang ada di Lombok Utara. Program ini menggabungkan anak remaja dan sahabat pengadilan sebagai wadah dalam berpartisipasi untuk melakukan edukasi kepada anal dan keluarga," jelas Sabaruddin. Perkawinan anak bukan semata-mata kesalahan individu, melainkan hasil dari sistem yang masih memiliki banyak celah untuk diperbaiki. Melalui forum konsultasi anak muda ini, diharapkan lahir rekomendasi dan aksi nyata yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Berita terkait

Hari Jadi ke 163, Bupati Jeneponto: Ekonomi Tumbuh 6,59 % hingga IPM tembus 70,25

Hari Jadi ke 163, Bupati Jeneponto: Ekonomi Tumbuh 6,59 % hingga IPM tembus 70,25

Jeneponto-Spektroom : Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-163 dimanfaatkan sebagai panggung laporan kinerja sekaligus arah kebijakan ke depan. Di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, Bupati Paris Yasir memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang disebut menunjukkan tren positif. Bupati menyebut, perekonomian daerah terus menguat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jeneponto tercatat 6,

Yahya Patta, Julianto
“Setara Berkarya”, Perempuan Difabel dan Non Difabel Kolaborasi Membatik di Solo

“Setara Berkarya”, Perempuan Difabel dan Non Difabel Kolaborasi Membatik di Solo

Surakarta-Spektroom : Kegiatan membatik bersama yang melibatkan puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, baik difabel maupun non difabel, menjadi simbol kuat kesetaraan dan kolaborasi dalam menghasilkan karya bersama. Selain sebagai aktivitas kreatif, membatik yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kecermatan ini juga menjadi ruang interaksi yang memperkuat pemahaman tentang inklusivitas di kalangan

Ciptati Handayani, Julianto
Gubernur Sulsel Hadiri Hari Jadi Jeneponto ke -163, Momentum Akselerasi Pembangunan dan Kolaborasi

Gubernur Sulsel Hadiri Hari Jadi Jeneponto ke -163, Momentum Akselerasi Pembangunan dan Kolaborasi

Jeneponto-Spektroom : Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-163 tanggal 1 Mei 2026, yang mengusung tema “A’bulosibatang, Ikhlas dan Bahagia”, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto. Kehadiran Gubernur disambut langsung oleh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, bersama Wakil Bupati Islam Iskandar, jajaran pemerintah daerah,

Yahya Patta, Julianto