Wali Kota Lantik Kwarcab Pramuka Depok
Depok - Spektroom: Wali Kota Depok Supian Suri, Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi yang identik dengan seragam cokelat dan kegiatan berkemah.
Pramuka merupakan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian yang menentukan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan Supian Suri saat melakukan pelantikan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Depok periode 2026–2031 yang kini dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, Jumat (31/07/2026).
Depok dengan jumlah penduduk sekitar 2,2 juta jiwa dan lebih dari 60 % merupakan generasi muda, memiliki modal besar untuk menjadi daerah yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul. Namun, potensi hanya menjadi kekuatan apabila seluruh elemen bergerak bersama membangun karakter anak-anak sejak dini.
Supian juga memberikan penghormatan kepada jajaran pengurus Kwarcab periode 2016–2026 yang dinilai telah meletakkan fondasi pembinaan kepramukaan di Kota Depok.
"Kami mohon maaf apabila selama ini masih banyak kekurangan. Tetapi kami yakin seluruh pengabdian kakak-kakak menjadi amal ibadah karena telah membina generasi muda Kota Depok," katanya.Kepada kepengurusan baru di bawah Wahid Suryono, Supian berharap seluruh program yang telah dirintis dapat dilanjutkan dan disempurnakan.
Kolaborasi menjadi kata kunci agar pembinaan Pramuka menjangkau seluruh sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga madrasah. Pramuka tidak boleh hanya hidup ketika seseorang mengenakan seragam.
Sebagai Kepala Majelis Pembimbing Cabang, Supian menilai pembinaan karakter melalui Pramuka menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki mimpi besar bukan lagi untuk diri sendiri, melainkan bagi generasi penerus.

Foto bersama Seluruh Pramuka Pada acara Pelantikan Ketua Kwatir Jawa Barat, Kota Depok, Kodim 0508, Polres Metro Sekda,dll (foto dokumen pribadi)

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman menegaskan inti dari kepemimpinan keberanian mengambil keputusan. Kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk melahirkan seorang pemimpin. Pramuka menjadi tempat terbaik membangun soft skill tersebut sejak usia dini.
Keberhasilan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan, karakter, integritas, kemampuan berkomunikasi, dan tanggung jawab dibanding nilai akademik semata. Keberhasilan seseorang sekitar 20 % ditentukan oleh kemampuan akademik, sekitar 80 % berasal dari soft skill yang dibentuk melalui pengalaman hidup dan organisasi seperti Pramuka. (wismo).