Gubernur Kepri: 24 Tahun Provinsi Kepri Tekankan Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan
Kepri–Spektroom : Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat konektivitas antar pulau dan mendorong pemerataan pembangunan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan seluruh masyarakat.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan itu dalam dialog interaktif RRI Tanjungpinang pagi, sempena memperingati Hari Jadi ke 24 Provinsi Kepri bersama Ketua Umum BP3KR Huzrin Hood, serta perwakilan BP3KR Jakarta Syahzinan sebagai narasumber Rabu (23/9/2026).
Gubernur Ansar mengatakan, karakteristik Kepri sebagai provinsi kepulauan menjadikan konektivitas sebagai salah satu kunci utama pembangunan. Laut yang membentang luas di antara pulau-pulau, menurutnya, tidak semestinya hanya dipandang sebagai pemisah, tetapi juga sebagai ruang yang menghubungkan masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Kepri ini sebagian besar wilayahnya laut. Laut bukan hanya menjadi pemisah, tetapi juga menjadi ruang yang menghubungkan kehidupan masyarakat. Karena itu, konektivitas menjadi kunci penting dalam membangun Kepri,” ujar Ansar.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus melihat berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan.
Ia mengatakan, sebagai provinsi yang relatif muda, Kepri telah mencatatkan berbagai capaian positif dalam indikator makro ekonomi dan sosial. Sejumlah indikator bahkan menunjukkan posisi Kepri yang tinggi dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
“Ini tentu patut kita syukuri dan banggakan. Tetapi kita juga harus jujur melihat bahwa masih ada masyarakat yang mungkin belum menikmati capaian tersebut secara maksimal. Itulah yang terus kita sasar,” katanya.
Di tengah dinamika kemampuan APBD, Pemprov Kepri juga terus mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program nasional.
Salah satunya melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Saat ini, proses lelang untuk pembangunan 106 titik Kampung Nelayan Merah Putih di Kepri tengah berjalan.
“Kita kejar semua peluang yang ada di pusat agar keterbatasan kita bisa tertutupi. Selain itu, kita juga terus memaksimalkan program-program CSR untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Ansar.

Sementara itu, Ketua Umum BP3KR Huzrin Hood mengajak masyarakat Kepri untuk mensyukuri perjalanan 24 tahun provinsi ini sekaligus mengenang jasa para pejuang pembentukan Kepri.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para tokoh yang telah berjuang, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang.
“Kita adalah penerus amanah dari Musyawarah Besar Rakyat Kepri tahun 1999. Kita sudah melihat perubahan yang mendasar, baik dari jalan, jembatan, maupun infrastruktur lainnya,” kata Huzrin.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan ke depan tetap menempatkan masyarakat sebagai orientasi utama.
Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi pembangunan agar dapat menikmati hasil pembangunan secara lebih merata.
“Marilah kita konsentrasi kepada masyarakat. Perlu betul-betul kita perhatikan, karena masih banyak masyarakat yang tertinggal. Kalau kita benar-benar mendengar aspirasi mereka, insyaallah masyarakat bisa semakin terangkat,” ujarnya.