Trending

Anak Muda Ambon Dorong Kota Literasi Lewat “Bacarita Anak Muda” Part III

Anak Muda Ambon Dorong Kota Literasi Lewat “Bacarita Anak Muda” Part III
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon, Richard Luhukay, hadir sebagai narasumber di​ di Hana Café STAIN Ambon. (Foto: Eva. M)

Spektroom – Semangat “Ambon Par Samua” kembali digaungkan lewat kegiatan Bacarita Anak Muda Kota Ambon Part III, yang digelar di Hana Café STAIN Ambon, Rabu (12/11/2025)

Kegiatan ini menjadi ruang dialog kreatif bagi anak muda Ambon untuk membahas misi bersama: mendorong Ambon sebagai Kota Literasi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon, Richard Luhukay, hadir sebagai narasumber utama. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Kota ini tempat kita hidup. Maka semua orang punya kewajiban melihat dan membangun kota ini bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa rakyatnya, begitu pun sebaliknya,” tegas Luhukay.

Menurutnya, nilai-nilai gotong royong, keadilan sosial, dan semangat kebersamaan sudah menjadi bagian dari karakter masyarakat Maluku. Namun, perubahan zaman membawa tantangan baru: individu semakin sibuk dengan kenyamanan pribadi dan mulai meninggalkan nilai kolektif.

“Orang Maluku punya semangat imam ghority toh - memberi lebih untuk bersama. Nilai-nilai itu harus kita hidupkan kembali agar semangat kolaborasi tetap kuat,” ujarnya.

Richard juga menyoroti pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan. Ia menilai, generasi muda memiliki peran besar dalam menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis, sebab dari sanalah lahir pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Beri saya sepuluh pemuda, maka saya guncangkan dunia. Ungkapan itu nyata. Pemuda punya energi besar untuk menggerakkan perubahan sosial, politik, dan ekonomi,” kata Luhukay.

Ia menambahkan, literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang kemampuan memahami realitas, berpikir jernih, dan bertindak bijak.
Karena itu, setiap kegiatan kepemudaan harus berdampak langsung pada masyarakat dan mendorong anak muda Ambon menjadi generasi tangguh, kreatif, dan produktif.

“Semangat ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan daya tahan dalam menghadapi hidup harus terus diasah. Literasi membuka jendela dunia, dan dari sanalah masa depan kota ini akan dibangun,” tutupnya.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang diwarnai ide-ide segar dan refleksi kritis dari berbagai komunitas pemuda. (EM)

Berita terkait

Sikendali Ambon: Pemkot Bidik Ancaman Inflasi dari Jalur Pasokan

Sikendali Ambon: Pemkot Bidik Ancaman Inflasi dari Jalur Pasokan

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mulai menyiapkan strategi baru untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkot memperkenalkan SIKENDALI AMBON, sebuah sistem berbasis data yang dirancang mendeteksi risiko inflasi sebelum berdampak pada masyarakat. Konsep yang merupakan singkatan dari Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik Ambon

Eva Moenandar, Julianto
Pemkab Bogor Berkomitmen Akan Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Yang Berhasil Meraih Prestasi

Pemkab Bogor Berkomitmen Akan Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Yang Berhasil Meraih Prestasi

Bogor-Spektroom : Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memberikan penghargaan kepada atlet yang berhasil meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah. Bentuk apresiasi tersebut salah satunya melalui pemberian uang pembinaan sebagai penghargaan atas perjuangan dan dedikasi para atlet. Hal tersebut disampaikan Rudy saat mengukuhkan dan melepas 946

Asmari, Julianto
Enam Desa di Kecamatan Pasilambena, Hanya Dilayani dua Bhabinkamtibmas

Enam Desa di Kecamatan Pasilambena, Hanya Dilayani dua Bhabinkamtibmas

Kep. Selayar-Spektroom : Keterbatasan personel Bhabinkamtibmas menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan pelayanan kepolisian di wilayah kepulauan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ini, enam desa dengan luas wilayah 114,50 kilometer persegi dan jumlah penduduk 7.008 jiwa hanya dilayani dua personel Bhabinkamtibmas yang masing-masing membawahi tiga desa. Kondisi

Yahya Patta, Julianto