Anak Muda Ubah Jempol Jadi Senjata, Konten Positif Benteng Terakhir Bangsa

Anak Muda Ubah Jempol Jadi Senjata, Konten Positif Benteng Terakhir Bangsa
Anak muda Bandung dalam acara Gaskeun Camp, Kolab Jadi Jawara, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Foto: Humas Kemkomdigi)

Bandung-Spektroom : Ratusan anak muda, mulai dari mahasiswa, content creator, pegiat komunitas, hingga pengelola media se-Kota Bandung, kompak berseru “Gaskeun!” dalam acara Gaskeun Camp, Kolab Jadi Jawara, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kamis (23/4/2026).

Dengan tema “#GaskeunJagaInfo: Kolaborasi Ala Muda, Bela Negara Ala Bandung”, acara itu mengajak generasi Z meninggalkan sikap scroll pasif dan menjadi digital patriot sejati.

Direktur Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, dalam sambutannya menegaskan bahwa medan perang bela negara kini telah bergeser ke layar gawai.

Ia menyebut tiga ancaman digital utama yang harus dilawan bersama: hoaks dan disinformasi, malinformasi, serta apatisme digital – sikap cuek dan hanya menjadi konsumen informasi tanpa verifikasi.

“Ancaman tidak selalu datang dalam bentuk bom atau peluru, tapi bisa berupa tautan, meme, atau komentar yang dirancang untuk memecah belah kita. Ingat, jempol kalian adalah senjata, dan unggahan kalian adalah benteng terakhir bangsa di era digital,” tegas Nursodik di hadapan peserta yang didominasi Gen Z.

Nursodik menjelaskan, Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Dengan lebih dari 300.000 mahasiswa dan ribuan creator digital, kota ini adalah laboratorium hidup perilaku Gen Z nasional.

Selain itu, semangat sejarah Bandung Lautan Api menjadi pengingat bahwa perlawanan terhadap ancaman, jika dulu penjajah, kini hoaks harus dilakukan dengan cara yang sama yaitu, kolektif, total, dan tanpa kenal lelah.

"Apa yang viral di Bandung, sebulan kemudian viral di seluruh Indonesia. Jika kita berhasil menggerakkan anak-anak muda Bandung hari ini menjadi patriot digital, efeknya akan berganda melalui konten-konten yang mereka buat dan kolaborasikan," tambah Nursodik.

Berita terkait

Kakan Kemenag Hadiri Yasinan Rutin Diskominfoss Kuansing,Rencanakan Pembangunan Musholla Bersama

Kakan Kemenag Hadiri Yasinan Rutin Diskominfoss Kuansing,Rencanakan Pembangunan Musholla Bersama

Teluk Kuantan-Spektroom : Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan rutin Yasinan dan Doa Bersama yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (7/8/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Diskominfoss Kuansing tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kuantan Singingi,

Salman Nurmin, Rafles
MTQ Nasional di Semarang Menggelar Eksibisi Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW)

MTQ Nasional di Semarang Menggelar Eksibisi Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW)

Semarang-Spektroom : Penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 di Semarang Jawa Tengah akan mencatat sejarah baru dengan digelarnya eksibisi Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Cabang tersebut diselenggarakan setelah terbitnya Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat, sehingga membuka ruang lebih luas bagi penyandang tuli muslim untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an. Hal itu

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Plt Bupati H. Mukhlisin Serahkan Bonus Juara MTQ Riau, Apresiasi Generasi Qurani Kuansing

Plt Bupati H. Mukhlisin Serahkan Bonus Juara MTQ Riau, Apresiasi Generasi Qurani Kuansing

Teluk Kuantan-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan penghargaan kepada putra-putri terbaik daerah. PLT Bupati Kuansing, H. Muklisin, secara langsung menyerahkan bonus kepada para kafilah yang berhasil mengharumkan nama Kuansing pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau. Penyerahan bonus berlangsung di Ruang Rapat

Salman Nurmin, Rafles
ссс