Angkutan Barang KAI Daop 5 Tumbuh di Awal 2026, Capai 320 Ribu Ton
Purwokerto-Spektroom: Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto menunjukkan tren positif pada Triwulan I 2026. Total volume angkutan barang tercatat mencapai 320.064 ton, atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 308.737 ton.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan logistik yang andal dan efisien bagi pelanggan.
Menurutnya, KAI terus melakukan peningkatan kualitas layanan angkutan barang agar mampu menjadi pilihan utama dalam distribusi logistik, dengan mengedepankan ketepatan waktu, keamanan, serta aspek keberlanjutan.
Dari sisi operasional, kinerja angkutan barang juga ditopang oleh tingkat ketepatan waktu yang tinggi. Pada Triwulan I 2026, ketepatan waktu keberangkatan kereta barang mencapai 99,84 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 98,50 persen.
Angka ini menunjukkan konsistensi KAI dalam menjaga keandalan layanan distribusi barang.
Komoditas energi menjadi salah satu penyumbang utama dalam kinerja tersebut.
Angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK) atau avtur mencapai 150.955 ton, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 128.736 ton. Distribusi BBM seperti pertamax, pertalite, dan solar dilayani pada rute Stasiun Maos, Kabupaten Cilacap hingga Stasiun Larangan, Kabupaten Tegal.
Sementara angkutan avtur dilayani dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu di Kabupaten Bantul.
Selain itu, KAI Daop 5 juga mengangkut berbagai komoditas lain seperti semen, pupuk, serta layanan pengiriman paket dan barang hantaran.
Beragam layanan ini turut mendukung aktivitas industri serta kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Moda transportasi kereta api dinilai memiliki sejumlah keunggulan dalam sektor logistik, mulai dari kapasitas angkut yang besar, bebas dari kemacetan, hingga tingkat keselamatan yang tinggi.
Selain itu, penggunaan kereta api juga berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya serta menekan emisi karbon, sejalan dengan pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Ke depan, KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus melakukan inovasi layanan guna mendorong pertumbuhan angkutan barang dan memperkuat peran dalam mendukung konektivitas serta perekonomian wilayah.
“Kami mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan layanan angkutan barang kereta api sebagai solusi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan,” ujar As’ad.