Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem, Komunitas Outbound Terapkan SOP Ketat Cegah Kebakaran

Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem, Komunitas Outbound Terapkan SOP Ketat Cegah Kebakaran
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Provider Outbound Indonesia (HPOI) Andrea Angga Januar Putra, S.T.P., ( foto: buang)

Batu -Spektroom : Menghadapi cuaca panas dan kemarau ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), komunitas serta penyelenggara kegiatan outbound memperketat standar operasional prosedur (SOP) kegiatan luar ruang.


Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Provider Outbound Indonesia (HPOI) periode 2025–2028, Andrea Angga Januar Putra, S.T.P., mengatakan langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kegiatan outbound tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko kebakaran.


Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mewajibkan prinsip zero waste atau nol sampah di setiap lokasi kegiatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan material yang mudah terbakar, terutama di kawasan terbuka dan perbukitan yang kondisinya semakin kering.


Selain itu, seluruh aktivitas yang berkaitan langsung dengan api untuk sementara ditiadakan. Program outbound yang sebelumnya menggunakan elemen api diliburkan atau disesuaikan dengan format kegiatan yang lebih aman.


"Kegiatan di bulan Agustus ini lebih utamanya kita arahkan pada yang namanya fun, dengan menghindari adanya potensi percikan api yang dapat memicu kebakaran di daerah-daerah rawan," kata Andrea.


Menurutnya, kondisi cuaca panas ekstrem membuat potensi kebakaran harus menjadi perhatian serius seluruh penyelenggara kegiatan luar ruang. Percikan api sekecil apa pun maupun gesekan pada material kering dapat menjadi sumber masalah apabila tidak segera diantisipasi.


Karena itu, para provider outbound diminta menerapkan SOP secara disiplin, termasuk memastikan lokasi kegiatan bersih dari sampah dan material yang berpotensi terbakar.


Andrea menegaskan, penghentian sementara kegiatan yang melibatkan api bukan berarti aktivitas outbound dihentikan seluruhnya. Program tetap dapat dilaksanakan dengan mengedepankan konsep permainan yang aman, menyenangkan dan tidak menimbulkan potensi sumber api.


"Program-program yang memang ada unsur apinya sementara kita liburkan atau kita sesuaikan. Yang utama sekarang adalah fun, keselamatan peserta dan menjaga lingkungan," ujarnya


Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen HPOI bersama para pelaku industri outbound dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran di tengah musim kemarau ekstrem.


Dengan penerapan SOP ketat dan prinsip zero waste, kegiatan outbound diharapkan tetap memberikan pengalaman rekreasi bagi masyarakat sekaligus tidak menambah risiko terhadap kawasan hutan, lahan dan lingkungan sekitar.

Berita terkait