Wisatawan Rusia Tersangkut di Pohon Saat Paralayang di Batu, Dievakuasi Tim SAR dalam Dua Jam

Wisatawan Rusia Tersangkut di Pohon Saat Paralayang di Batu, Dievakuasi Tim SAR dalam Dua Jam
proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Aleksandr berhasil diturunkan dan mencapai lokasi aman. ( foto: humas)

Batu -Spektroom: Seorang wisatawan asal Rusia, Aleksandr Popov (35), berhasil dievakuasi tim SAR gabungan setelah mengalami insiden saat melakukan aktivitas paralayang di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa malam (25/8/2026).


Aleksandr tersangkut di atas pohon pinus setelah mengalami masalah saat melakukan aktivitas paralayang. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasinya dalam kondisi selamat. Hasil pemeriksaan medis juga memastikan tidak ditemukan cedera pada korban.


Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan pihaknya menerima laporan dari personel BPBD Kota Batu terkait seorang paraglider asal Rusia yang mengalami masalah hingga tersangkut di pohon.


Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya langsung dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi melibatkan BPBD Kota Batu, pengelola wisata paralayang, serta warga sekitar.


Setibanya di lokasi, tim melakukan asesmen untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman. Posisi korban yang berada di atas pohon, ditambah kondisi medan yang berada di kawasan hutan, membuat proses penyelamatan harus dilakukan secara hati-hati.


Tim SAR kemudian menggunakan peralatan vertical rescue dengan metode lowering. Korban diturunkan secara bertahap dari ketinggian menggunakan sistem tali dan perangkat keselamatan.


Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi, mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Aleksandr berhasil diturunkan dan mencapai lokasi aman sekitar pukul 22.00 WIB.


“Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Setelah berhasil diturunkan, korban langsung menjalani pemeriksaan medis,” ujar Imam.


Menurutnya, minimnya penerangan di kawasan hutan serta posisi korban yang berada di antara pepohonan menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.


“Setiap tahapan dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya cedera,” katanya.


Setelah dinyatakan dalam kondisi baik, Aleksandr diserahkan kepada pihak pengelola wisata paralayang dan keluarganya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Insiden tersebut menjadi perhatian bagi pengelola aktivitas paralayang dan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan sebelum melakukan aktivitas penerbangan.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti