Trending

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Gelar Apel Siaga

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Gelar Apel Siaga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Sleman menggelar Apel Siaga Cuaca Ekstrem mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di pimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto di Posko Utama Pakem Sleman,Selasa (1/12/15).Foto Fatmawati.

Spektroom — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menggelar Apel Siaga Cuaca Ekstrem di Posko Utama Pakem, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi selama musim hujan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, yang bertindak sebagai pembina apel, mendorong seluruh unsur terkait untuk mengaktifkan posko terpadu, menyinkronkan data kawasan rawan bencana, serta memastikan ketersediaan logistik dan peralatan evakuasi.

“Momentum apel siaga ini menjadi penegasan bahwa keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kesiapsiagaan dan koordinasi yang kuat. Seluruh unsur harus memahami peran masing-masing dan siap bergerak cepat,” ujar Susmiarto.

Usai apel Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto mengaktifkan posko terpadu dan memastikan ketersediaan logistik dan peralatan evakuasi. (Foto : Fatmawati).

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana. Dikatakan, penanganan dampak cuaca ekstrem tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang solid dan terintegrasi.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan serta demonstrasi peralatan operasional penanggulangan bencana milik BPBD Kabupaten Sleman. Pengecekan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana guna mendukung respons cepat saat terjadi bencana, sekaligus meningkatkan pemahaman lintas sektor terhadap peralatan yang tersedia di lapangan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa, mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang berisiko, guna mengurangi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

“Simulasi berkala terus kita lakukan, begitu juga dengan pelatihan relawan yang selalu diperbarui. Namun yang paling penting adalah peran serta masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem,” jelasnya.

Apel siaga ini diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, antara lain perangkat daerah, TNI, Polri, Basarnas, instansi vertikal, BUMN/BUMD, relawan kebencanaan, serta pemerintah kapanewon dan kalurahan di wilayah rawan bencana.

Melalui Apel Siaga Cuaca Ekstrem ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi dampak bencana dapat diminimalkan.//

Penulis. : Fatmawati
Editor. : Bisntoro

Berita terkait

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Kemendukbangga/ BKKN Maluku Utara Siap Berkolaborasi Dengan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha

Kemendukbangga/ BKKN Maluku Utara Siap Berkolaborasi Dengan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha

Ternate-Spektroom : Plt. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos, menghadiri malam perkenalan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, SE., M.M., yang digelar di Ball Room Gamalama Bella Hotel Ternate,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru