Trending

Antisipasi Eskalasi Konflik Sosial, Polda Maluku Siagakan Personel dan Peralatan

Antisipasi Eskalasi Konflik Sosial, Polda Maluku Siagakan Personel dan Peralatan
Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Maluku Kombes Pol. Darmawan Dwiharyanto, S.I.K., saat memimpin Apel Gabungan Personel Polda Maluku. (Foto: Humas Polda Maluku)

Ambon-Spektroom : Kepolisian Daerah Maluku memperkuat kesiapsiagaan seluruh personel dan peralatan operasional untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik sosial serta berbagai situasi kontijensi di wilayah Maluku. Melalui apel Power on Hand, Polda Maluku memastikan kekuatan kepolisian dapat dimobilisasi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi gangguan keamanan yang membutuhkan penanganan segera.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Maluku Kombes Pol. Darmawan Dwiharyanto, S.I.K., Senin, 28 September 2026, saat memimpin Apel Gabungan Personel Polda Maluku dan Apel Power on Hand Kapolda Maluku di Lapangan Letkol Pol. (Purn.) Chr. Tahapary, Ambon.

Apel yang diikuti para pejabat utama dan personel gabungan Polda Maluku tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapan operasional kepolisian, khususnya dalam menghadapi potensi konflik komunal, perselisihan antarkelompok masyarakat, serta gangguan keamanan lainnya yang dapat berkembang menjadi situasi kontijensi.

Melalui Siaran Pers Bidang Humas Polda Maluku yang diterima Spektroom, Rabu (30/9/2026), Darmawan menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel tidak boleh berhenti pada kegiatan apel atau pemeriksaan administratif. Seluruh satuan kerja harus memastikan kesiapan faktual personel, kelengkapan peralatan, serta kemampuan mobilisasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Apabila ada situasi kontijensi atau kedaruratan, personel harus dalam kondisi lengkap dan siap digerakkan. Apel tidak menutup kemungkinan dilaksanakan sore maupun malam hari apabila situasi membutuhkan," tegas Darmawan.

Menurutnya, pelaksanaan apel Power on Hand yang telah dilakukan beberapa kali merupakan mekanisme untuk memastikan kekuatan personel Polda Maluku benar-benar tersedia dan siap dikerahkan dalam menghadapi perkembangan situasi keamanan.

Karena itu, seluruh komandan satuan dan kepala satuan kerja diminta melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap keberadaan personel, termasuk anggota yang sedang melaksanakan tugas maupun yang berhalangan hadir dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Setiap penugasan juga harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan administrasi yang berlaku, termasuk dilengkapi surat perintah sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain memastikan kesiapan kekuatan personel, Dirintelkam Polda Maluku menginstruksikan seluruh jajaran meningkatkan deteksi dini terhadap setiap perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui informasi yang berkembang di tengah masyarakat, pemberitaan media massa, maupun aktivitas media sosial yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan.

Darmawan menekankan bahwa pemantauan tidak boleh hanya terpusat di Kota Ambon, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Maluku, termasuk daerah yang memiliki kerawanan konflik sosial.

Setiap informasi mengenai potensi gangguan keamanan harus segera dilaporkan melalui jalur komando dan dikoordinasikan dengan satuan terkait agar langkah pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman penanganan konflik komunal, perselisihan antardesa, serta bentrokan antarkelompok pemuda di sejumlah wilayah Maluku menunjukkan pentingnya kecepatan memperoleh informasi dan kesiapan menggerakkan personel.

"Kita harus mempersiapkan diri kapan pun dibutuhkan, baik hari kerja maupun hari libur, siang ataupun malam," tegasnya.

Dirintelkam juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan alat utama dan alat khusus (alut-alsus) yang dimiliki setiap satuan kerja.

Menurutnya, kesiapan menghadapi situasi kontijensi tidak cukup hanya mengandalkan jumlah personel. Seluruh perlengkapan pendukung harus berada dalam kondisi layak dan siap digunakan sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Pengecekan meliputi kendaraan operasional untuk mobilisasi pasukan, peralatan pengendalian massa, perlengkapan pendataan, serta berbagai sarana pendukung penanganan tempat kejadian perkara dan penegakan hukum.

Setiap satuan fungsi diminta memastikan bahwa peralatan yang disiapkan sesuai dengan karakteristik penugasan, jumlah personel yang dikerahkan, serta kemampuan anggota yang mengoperasikannya.

"Jangan hanya membawa badan. Peralatan dan perlengkapan masing-masing fungsi juga harus dipersiapkan," pesan Darmawan.

Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tindakan kepolisian dapat dilaksanakan secara profesional, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan penanganan di lapangan.(EM)

Berita terkait

Jakarta Running Festival 2026, Ketika Ribuan Pelari Menghidupkan Ibu Kota

Jakarta Running Festival 2026, Ketika Ribuan Pelari Menghidupkan Ibu Kota

Jakarta — Spektroom : Pagi tadi kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Minggu (25/10/2026), terasa berbeda. Ribuan pelari memenuhi jalur lomba, bersiap menaklukkan jarak sekaligus menikmati suasana Jakarta dari sudut pandang yang berbeda. Di sepanjang rute, warga turut menyambut, memberi semangat, dan mengabadikan momen bersama peserta Jakarta Running Festival (JRF)

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Secara Ekonomis, Lampung Gantungkan Hidup Pada Tiga Komoditas Pokok Pertanian

Secara Ekonomis, Lampung Gantungkan Hidup Pada Tiga Komoditas Pokok Pertanian

Pringsewu - Spektroom: Sektor pertanian tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pendapatan petani kini berdampak langsung pada penguatan daya beli masyarakat perdesaan serta mengakselerasi agenda hilirisasi produk pertanian ke pasar internasional. Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal pada Pesta Rakyat Petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun

Anggoro AP