Trending

Galakkan Prophetic Journalism Ketimbang Citizen Journalism di Zaman (Edan) Ini

Galakkan Prophetic Journalism Ketimbang Citizen Journalism di Zaman (Edan) Ini
Citizen dan mainstream medis journalists berbaur. (Foto: Broadcastmagz)

Spektroom– Kebanyakan orang mengenal istilah citizen journalism, atau jurnalisme warga, walaupun arti sesungg Spektroom uhnya kurang di pahami. Yang memprihatinkan lagi adalah mainstream media sering terbawa arus jurnalisme warga yang tidak mengenal etika (kode etik jurnalisme/jurnalistik?)

World Broadcating Unio (WBU) tahun 2016 pada sebuah konferensi di Nusa Dua Bali mengungkapkan, hampir seluruh lembaga penyiaran di dunia mengungkap isu krusial media sosial.

Kalau seorang jurnalis profesional pasti ia berpegang pada prinsip ‘keberimbangan’ berita, bukan rasa benci seorang hater pada orang lain.

Dengan demikian apa yang diunggah tidak menimbulkan opini negatif di tengah-tengah masyarakat yang sangat potensial memicu konflik, bahkan mengancam keutuhan bangsa.

Esensi jurnalisme warga
Tidak sedikit organisasi penyiaran dan mainstream media yang secara terang-terangan memberi ruang pada para (jurnalis) warga dengan media sosialnya itu tanpa disaring secara ketat.

Ini sangat rawan konflik bagi anak bangsa. Esensi dari jurnalisme warga adalah “when the people formerly as audience employ the press tools they have in their posession to inform one another, that’s citizen journalists” (Ketika orang-orang yang tadinya pendengar/pemirsa/pembaca menggunakan peralatan media yang mereka punya, misalnya alat perekam, dll dan mereka saling memberikan informasi satu sama lain melalui sosial media, itulah jurnalusme warga).

Jadi tidak tepat kalau ada orang berpendapat bahwa jurnalisme warga adalah keterlibatan orang dalam menyumbang tulisan di koran cetak atau online.

Media mainstream mempunyai halaman untuk siapapun bebas menulis, itu bukan jurnalisme warga. Media mainstream bukan wadah untuk para jurnalis warga.
Esensi Prophetic Journalisme
Dalam media cetak dan elektronoik ada istilah yang disebut Prophetic Journalism atau Journalisme Kenabian.

Journalisme ini perlu dipopulerkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengkonter berita-berita negatif.

Bahkan para jurnalis wargapun dihimbau untuk mengutamakan Prophetic Journalism. Betapa pentingnya orang-orang media menerapkan Jurnalisme Kenabian dalam konten pemberitaanya untuk kepentingan seluruh manusia dalam menciptakan kedamaian dunia akerat.

Penulisan berita harus berdasarkan kebenaran yang tertuang dalam kitab-kitap suci agama apapun yang telah diajarkan pada umat manusia.

Sebagai contoh, mantan Dirut LPP RRI, Parni Hadi, para jurnalis muslim perlu mengaktualisasikan 4 (empat) aklak mulia, yakni siddig (ungkapan kebenaran); tabligh (menyebarkan kebenaran) melalui pendidikan; amanah (jujur/dapat dipercaya); dan fatonah (bijak).

Dengan mereflesikan empat aklak mulia tersebut para jurnalis dan penyedia berita, termasuk jurnalis warga memperlihatkan kemuliaan/martabat (dignity), devosi/kesetiaan, toleransi, saling pengertian, saling menghormati, tanpa berita kekerasan, dan kepedulian berdasarkan kasih sesama manusia.

Robert Jensen, profesor pada College of Communication’s School of Journalism, mengatakan jurnalis harus meniadakan keadaan mati rasa (numbness) dan keputusasaan masyarakat apa yang telah dan sedang terjadi.

Jurnalis tidak memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang, tetapi bisa mengingatkan para pemimpin yang korup dan masalah sosial lainnya. (Ye: mantan Widyaiswara RRI).

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto