Trending

Lima Juz Al Quran di Balik Jeruji, Kisah Iqbal Menemukan Jalan Perubahan

Lima Juz Al Quran di Balik Jeruji, Kisah Iqbal Menemukan Jalan Perubahan
40 warga binaan lapas kelas IIA. Purwokerto diwisuda hafal Al Quran.(Foto ; Bian Pamungkas).

Purwokerto-Spektroom : Hari-hari di balik jeruji besi bisa terasa panjang bagi seseorang yang kehilangan kebebasan. Namun, bagi Iqbal, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto, waktu yang terus berjalan itu kini memiliki kesibukan berbeda. Ia memilih mengisinya dengan menghafal ayat demi ayat Al Quran.

Pilihan itu perlahan membuahkan hasil. Setelah 2,5 tahun menjalani masa pidana, hafalan Al Quran Iqbal bertambah dari dua juz menjadi lima juz. Baginya, waktu luang selama berada di dalam lapas bukan sekadar untuk menunggu hari kebebasan tiba, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.

"Hari-hari luang saya isi hanya untuk menghafal Al Quran. Saat masuk saya sudah hafal dua juz, sekarang alhamdulillah sudah hafal lima juz," tutur Iqbal.

Iqbal masih harus menjalani sisa masa hukuman dari total empat tahun pidana yang dijatuhkan kepadanya. Di tengah perjalanan tersebut, pembelajaran agama di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Munawar menjadi salah satu aktivitas yang mengisi kesehariannya.

Kisah Iqbal menjadi bagian dari 40 warga binaan Lapas Purwokerto yang mengikuti Wisuda Hafalan Al Quran dan Khotmil Quran, Jumat (30/10/2026). Mereka mendapatkan pembinaan keagamaan selama menjalani masa pidana.

Bagi para peserta, wisuda ini bukan hanya tentang capaian membaca dan menghafal Al Quran. Ada ikrar yang diucapkan sebagai santri warga binaan, yakni menyesali kesalahan yang pernah diperbuat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan, selain pembinaan kemandirian. Dari total 549 penghuni lapas, 40 orang mengikuti khotmil Quran kali ini.

"Pembinaan keagamaan diharapkan dapat mendorong warga binaan bertobat, menyesali perbuatannya, tidak mengulangi tindak pidana, serta dapat diterima kembali oleh masyarakat," ujar Winarso.

Anggota DPR RI Komisi XIII dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII, Banyumas-Cilacap, H. Yanuar Arif Wibowo, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi pembinaan melalui pesantren dan pembelajaran Al Quran. Menurutnya, kegiatan itu memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengisi masa pidana dengan aktivitas positif sekaligus membangun keyakinan diri.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pembinaan harus didukung pengawasan yang baik. Salah satu perhatian DPR adalah memastikan tidak ada peredaran narkoba di lingkungan lapas.

Ketua Peradi SAI Banyumas, Joko Susanto, turut menyampaikan dukungan terhadap pembinaan warga binaan. Menurutnya, upaya membangun pribadi yang lebih baik membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

Di Lapas Purwokerto, kisah Iqbal menjadi pengingat bahwa masa hukuman tidak harus dihabiskan hanya dengan menghitung hari. Ada kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan menyiapkan kehidupan yang lebih baik.

Lima juz yang kini dihafalnya mungkin belum menjadi akhir perjalanan. Namun, bagi Iqbal, setiap ayat yang berhasil diingat adalah bagian dari langkah kecil menuju perubahan.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto