Aparat Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 114 Satwa Liar Endemik Papua

Aparat Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 114 Satwa Liar Endemik Papua
Ratusan satwa liar endemik yang diselundupkan dan digagalkan aparat gabungan di pelabuhan Ahmad Yani Ternate (Foto:Baratin Malut)

Spektroom – Aparat gabungan dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Lanal Ternate serta Polairud Polda Maluku Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 114 satwa liar endemik Papua di atas Kapal Motor (KM) Sinabung yang berlabuh di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Kepala Karantina Maluku Utara Sugeng Prayogo dalam keterangannya kepada Spektroom Kamis (12/2/2026) menyampaikan, aparat gabungan berhasil mengamankan sebanyak 100 ekor satwa dalam kondisi hidup dan 14 lainya mati.

Satwa yang diamankan meliputi Kadal Minyak Papua sebanyak 35 ekor (31 hidup, 4 mati), Kadal Hutan Papua sebanyak 46 ekor (38 hidup, 8 mati), Biawak Maluku 1 ekor hidup, Ular Black Albert 1 ekor hidup, Ular Gold Adder 2 ekor hidup, Ular Green Tree Python 6 ekor hidup, Ular Death Adder 1 ekor hidup, Kuskus Putih 3 ekor hidup, Kuskus Cokelat 2 ekor (1 hidup, 1 mati), Kuskus Totol 1 ekor hidup, serta Kangguru Pohon Nemena sebanyak 16 ekor (15 hidup, 1 mati).

“Seluruh satwa tersebut diduga dilalulintaskan tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah serta tidak melalui prosedur karantina dan konservasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ujar Sugeng.

Ia menambahkan kondisi ini menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, mengingat satwa liar berpotensi menjadi media pembawa hama penyakit hewan dan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Beberapa jenis satwa yang diamankan, seperti kangguru pohon dan kuskus diketahui berpotensi membawa penyakit zoonosis seperti leptospirosis, demam Q (Q fever), serta infeksi bakteri dan parasit yang dapat menular melalui kontak dengan cairan tubuh, jaringan, atau lingkungan yang terkontaminasi.

Sementara itu, satwa reptil seperti ular, kadal, dan biawak secara umum berisiko membawa salmonellosis, sparganosis (infeksi parasit Spirometra), campylobacteriosis, serta infeksi bakteri lain seperti Aeromonas, Escherichia coli, dan Klebsiella, yang dapat menular melalui feses, luka gigitan, maupun kontak langsung tanpa penerapan biosekuriti.

Penemuan satwa liar ini bermula dari laporan PT. Pelni yang diterima Barantin melalui Karantina Maluku Utara di Bacan, terkait adanya dugaan penyelundupan satwa liar.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dan langkah cepat lintas instansi. Tim gabungan kemudian melakukan pengamanan di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan satwa liar yang disembunyikan di beberapa kamar penumpang dan kamar mandi kapal.

Perbuatan tersebut melanggar melanggar UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, yang mewajibkan setiap lalu lintas media pembawa dilengkapi dokumen karantina serta dilaporkan kepada petugas karantina guna mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan.

Sugeng menjelaskan dalam sinergi ini, Karantina Maluku Utara berperan untuk melakukan pemeriksaan status karantina media pembawa, tindakan penahanan, serta memastikan bahwa setiap pemasukan dan pengeluaran satwa telah memenuhi persyaratan karantina.

“Ini merupakan langkah preventif untuk memutus risiko penyebaran penyakit hewan dan zoonosis,” ucapnya.

Penanganan terhadap satwa liar tersebut akan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi dengan terus berkoordinasi bersama instansi terkait.
“Tindakan penahanan dilakukan untuk mencegah tersebarnya hama penyakit hewan karantina, sekaligus mendukung upaya perlindungan dan pelestarian satwa liar endemik,” tutup Sugeng.

Berita terkait

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
ссс