Apindo Jateng 2026-2031 Dilantik, Siap Perkuat Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Apindo Jateng 2026-2031 Dilantik, Siap Perkuat Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
PELANTIKAN – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 resmi dilantik di Patra Semarang Hotel & Convention, Rabu (3/6/2026). Foto : Karindra

SEMARANG - spektroom :Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah periode 2026-2031 resmi dilantik di Hotel Patra Semarang Hotel & Convention, Rabu (3/6/2026). Pelantikan ini menjadi tindak lanjut dari Musyawarah Provinsi (Musprov) XIII Apindo Jawa Tengah yang digelar pada 15 April 2026 di Semarang.

Ketua Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031, Helmi Tas’an Wartono mengatakan, pelantikan tersebut menjadi awal amanah baru untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung iklim usaha di Jawa Tengah. Ia menegaskan Apindo akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.

“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil Musprov XIII yang berlangsung lancar. Saya diberikan amanah untuk menata organisasi ini selama lima tahun ke depan bersama jajaran pengurus yang memiliki kapabilitas dan dedikasi tinggi,” ujarnya.

Helmi menyampaikan apresiasi kepada pengurus Apindo Jawa Tengah periode sebelumnya yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan mendorong perkembangan dunia usaha di daerah.

“Bersama pemerintah, serikat pekerja, dan seluruh elemen masyarakat, kami siap menjaga dunia usaha di Jawa Tengah tetap tumbuh guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja,” katanya.

Ia menilai, Jawa Tengah memiliki berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik investasi, mulai dari ketersediaan sumber daya manusia, kawasan industri yang terintegrasi, hingga dukungan infrastruktur dan kemudahan perizinan dari pemerintah daerah.

Namun demikian, Helmi mengingatkan, dinamika ekonomi global dan tekanan geopolitik saat ini menuntut adanya penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Dalam situasi seperti ini, dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci agar kita tetap mampu bertahan dan tumbuh,” tegasnya.

Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan diskusi panel yang membahas resiliensi dan adaptasi pelaku usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi global dan tantangan geopolitik. Forum ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perdagangan RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DPN Apindo, serta pelaku usaha.

Ketua Umum DPN Apindo, Shinta W. Kamdani, mengapresiasi proses regenerasi kepemimpinan di Apindo Jawa Tengah yang berjalan dengan baik dan tertib. Menurutnya, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada regenerasi yang sehat.

“Tidak mudah mencari pengusaha yang mau meluangkan waktu dan mendedikasikan dirinya untuk organisasi. Karena itu kami bersyukur transisi kepemimpinan di Jawa Tengah berjalan baik,” ujarnya.

Shinta menilai, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sisi demografi maupun perkembangan sektor industri.

“Jawa Tengah memiliki sekitar 38 juta penduduk dengan dominasi usia produktif mencapai sekitar 68 persen. Ini menjadi modal besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia juga menyoroti kontribusi sektor industri pengolahan yang mencapai sekitar 33 persen terhadap PDRB Jawa Tengah serta meningkatnya aktivitas ekspor dan investasi yang membuat posisi daerah ini semakin strategis.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melibatkan serikat pekerja dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa sinergi di Jawa Tengah berjalan dengan baik. Ini modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Ia menyebut, pemerintah daerah terus mendorong masuknya investasi, khususnya di sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah akan terus meningkat. Komitmen pelaku usaha dan tenaga kerja menjadi kekuatan utama dalam menarik investasi,” katanya.

Taj Yasin juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen atau di atas rata-rata nasional. Ke depan, pemerintah mendorong pemerataan pertumbuhan melalui pengembangan kawasan industri baru di wilayah selatan Jawa Tengah.

“Potensi wilayah selatan sangat besar. Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak terpusat, tetapi merata di seluruh wilayah,” pungkasnya.(kar)

Berita terkait

UIN Salatiga Benchmarking ke UIN Palangka Raya, Dalami Strategi Penjaminan Mutu dan Daya Saing Global

UIN Salatiga Benchmarking ke UIN Palangka Raya, Dalami Strategi Penjaminan Mutu dan Daya Saing Global

Palangka Raya-Spektroom: Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke UIN Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan program studi, penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, serta peningkatan daya saing global perguruan tinggi. Rombongan

Polin, Rafles
Pendidikan Nonformal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Apresiasi Kehadiran KATUMBA PAUD Bukittinggi

Pendidikan Nonformal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Apresiasi Kehadiran KATUMBA PAUD Bukittinggi

Bukitinggi-Spektroom : Launching Aplikasi KATUMBA (Kartu Tumbuh Kembang Anak PAUD) dan Perpustakaan Digital 7 KAIH Kota Bukittinggi digelar Rabu, 3 Juni 2026 di Lt. 1 Hall Kantor Balaikota Bukik Gulai Bancah Bukittinggi. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat PAUD, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal (PNFI)

Wiza Andrita, Rafles