Apindo: Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Perlu Dukungan Modal Pelaku UMKM

Apindo: Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Perlu Dukungan Modal Pelaku UMKM
DEDY MULYADI ALI – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang. (FOTO: Ning Biantoro)

Spektroom – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang, Dedy Mulyadi Ali, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian rakyat. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini dinilai mampu menciptakan peluang kerja baru melalui keterlibatan langsung warga sebagai mitra pelaksana.

Menurut Dedy, dari sudut pandang ekonomi, MBG dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di daerah karena mendorong perputaran anggaran negara di sektor riil. Dampaknya, kata dia, akan terasa secara bertahap terutama bagi petani, peternak, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok pangan.

“Program ini berpotensi besar menciptakan lapangan kerja dengan jaminan anggaran negara. Efek gandanya bisa dirasakan mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM,” ujar Dedy Mulyadi Ali, Senin (13/10/2025).

Namun demikian, Dedy mengingatkan bahwa pelaksanaan MBG perlu diwaspadai dari sisi risiko politik. Sebagai program besar pemerintah, ia menilai penting adanya mekanisme pengawasan agar program tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu dan tetap fokus pada tujuan utama, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Karena membawa nama besar pemerintah, tentu ada risiko politik yang harus dikelola. Selama dijalankan sesuai prosedur dan standar, hal itu tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.

Dedy juga menekankan pentingnya standar keamanan pangan dan pengawasan yang ketat. Ia mengingatkan agar seluruh proses produksi makanan dalam program MBG dilakukan sesuai prosedur yang memenuhi standar food grade untuk mencegah potensi keracunan atau dampak kesehatan lain.

“Program ini bagus dan perlu diteruskan, tetapi harus ada pengawasan ketat agar tidak menimbulkan kasus keracunan yang justru mencoreng tujuan baiknya,” tegasnya.

Selain itu, Apindo mendorong agar pelaku UMKM mendapat dukungan permodalan berbunga rendah agar bisa berpartisipasi aktif dalam penyediaan bahan pangan maupun jasa produksi. Dedy menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program MBG agar berjalan transparan dan berkelanjutan.

“Diperlukan pelibatan semua pemangku kepentingan, kontrol publik, serta keterbukaan dari pelaku usaha dengan menerapkan prosedur produksi yang baik dan menggunakan alat berstandar food grade,” pungkasnya.

(Ning Biantoro).

Berita terkait

Bupati Rembang, Harno Tekankan Pendidikan Karakter pada  Peringatan Hardiknas 2026

Bupati Rembang, Harno Tekankan Pendidikan Karakter pada Peringatan Hardiknas 2026

Rembang-Spektroom: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Alun-alun Rembang, Sabtu (2/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat Pemkab, ribuan guru, serta peserta didik yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Bupati Rembang, Harno, dalam kesempatan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Di tengah Dinamika Perubahan Global,  Transformasi Pendidikan Sebuah Keharusan

Di tengah Dinamika Perubahan Global, Transformasi Pendidikan Sebuah Keharusan

Lampung Selatan - Spektroom: Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) adalah organisasi profesi yang mewadahi ahli, praktisi, dan pemerhati evaluasi pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan teori dan praktik asesmen. HEPI kerap kali menyelenggarakan seminar nasional, konferensi ilmiah tahunan, dan workshop untuk memajukan kualitas evaluasi pendidikan. Kali ini

Anggoro AP