Asah Bela Diri, Prajurit Kodim 1425/ Jeneponto Ditempa Jadi Lebih Tangguh dan Siap Bertugas

Asah Bela Diri, Prajurit Kodim 1425/ Jeneponto Ditempa Jadi Lebih Tangguh dan Siap Bertugas
Prajurit Kodim 1425/ Jeneponto latihan PSM (( Pendim 1425/ Jeneponto )

Jeneponto - Spektroom : Ketangguhan seorang prajurit tidak lahir secara instan. Kemampuan itu dibentuk melalui latihan yang dilakukan secara terus-menerus, disiplin, dan penuh kesungguhan.

Prinsip tersebut diterapkan prajurit Kodim 1425/Jeneponto melalui latihan Pencak Silat Militer (PSM) yang digelar di jajaran Koramil masing-masing, Selasa (1/9/2026).

Latihan PSM menjadi bagian dari pembinaan kemampuan prajurit untuk menjaga keterampilan bela diri, ketangkasan, sekaligus kesiapan menghadapi berbagai kondisi dalam pelaksanaan tugas.

Dalam latihan tersebut, setiap gerakan diasah dengan memperhatikan teknik, kecepatan, ketepatan hingga kemampuan mengendalikan diri. Prajurit dituntut tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga konsentrasi serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Pelaksanaan latihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kedisiplinan dan kesungguhan. Penguasaan teknik tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus dilatih berulang kali hingga menjadi keterampilan yang dapat diterapkan secara tepat dan terkendali.

Bagi prajurit Kodim 1425/Jeneponto, latihan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kemampuan bela diri tetap terpelihara sekaligus menunjang profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menegaskan, latihan PSM merupakan bagian penting dalam pembinaan kemampuan prajurit.

Menurutnya, kemampuan bela diri harus senantiasa dipelihara melalui latihan teratur. Dengan demikian, setiap prajurit memiliki kesiapan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan ketangkasan, keberanian, dan kemampuan pengendalian diri.

“Jangan melihat latihan ini hanya sebagai kewajiban, tetapi jadikan sebagai kebutuhan untuk menjaga kemampuan diri,” tegas Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa.

Ia meminta seluruh prajurit mengikuti latihan secara serius dan tidak menganggap PSM sekadar rutinitas pembinaan fisik. Setiap teknik, kata dia, harus dipahami, dikuasai, dan terus dilatih agar dapat dilakukan secara cepat, tepat, serta terkendali.

Dandim juga menekankan bahwa kekuatan seorang prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan fisik. Penguasaan teknik bela diri harus berjalan beriringan dengan disiplin, konsentrasi, keberanian, dan kemampuan mengendalikan diri.

“Laksanakan secara sungguh-sungguh, kuasai setiap teknik dengan benar, dan terus tingkatkan kemampuan sehingga prajurit Kodim 1425/Jeneponto selalu berada dalam kondisi siap melaksanakan tugas,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan perorangan, latihan PSM juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental prajurit. Setiap tahapan latihan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan faktor keamanan.

Melalui latihan yang dilakukan secara konsisten, kemampuan bela diri prajurit diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembinaan, tetapi benar-benar menjadi keterampilan yang siap digunakan secara profesional sesuai kebutuhan tugas.

Berita terkait

129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi Pada Ajang Kontes Kapal Indonesia: Bupati Bengkalis Apresiasi Kemdiktisaintek

129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi Pada Ajang Kontes Kapal Indonesia: Bupati Bengkalis Apresiasi Kemdiktisaintek

Bengkalis-Spektroom: Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni secara resmi membuka Kontes Kapal Indonesia (KKI) Tahun 2026 di Lapangan Tugu Bengkalis, Senin (14/9/2026). Kegiatan nasional tersebut diikuti 52 perguruan tinggi se-Indonesia yang terdiri dari 7 politeknik, 5 institut dan 40 universitas dengan total 129 tim. Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi

Salman Nurmin, Rafles