ASN Kemenag Harus Siap Tugas Diseluruh Wilayah Tanah Papua

ASN Kemenag Harus Siap Tugas Diseluruh Wilayah Tanah Papua
Pelantikan 44 pejabat pengawas lingkup kemenag Papua.(foto: RRI)

Jayapura-Spektroom: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran menekankan, jabatan yang dipercayakan kepada seorang Aparatur Sipil Negara/ASN adalah amanah yang harus di pertanggung jawabkan kepada Tuhan, pimpinan, dan masyarakat.

Saat melantik  44 pejabat pengawas di lingkungan Kanwil Kemenag Papua di Jayapura, Rabu 13 Mei 2026, Kakanwil Kemenag menekankan, pentingnya menjalankan amanah tersebut dengan sungguh sungguh melalui kinerja seorang pejabat yang telah mengucapkan sumpah - janjinya.

"anda telah diambil sumpah janjinya dihadapan manusia dan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga harus bertanggung jawab," tandasnya.

Selain amanah, ke 44 pejabat itu dituntut memiliki sikap profesionalisme serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja setempat maupun eksternal, guna pencapaian hasil kerja yang lebih maksimal.

Klemens Taran, menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag harus siap ditempatkan di mana saja di wilayah Papua, termasuk daerah terpencil dan wilayah Daerah Otonom Baru (DOB). 

ASN Kemenag harus memiliki kesiapan untuk melaksanakan tugas di mana saja selama masih berada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Begitu menerima SK, langsung melaksanakan tugas. ASN Kementerian Agama harus siap ditempatkan dimana saja selama masih ada bendera Merah Putih berkibar,” katanya.

Ia juga meminta seluruh ASN dalam lingkup  kerkanya, menghilangkan anggapan bahwa mutasi dilakukan karena kedekatan dengan pihak tertentu, sebab seluruh proses mutasi dan promosi jabatan sudah melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Berita terkait

NTB Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia, Teluk Saleh Jadi Penyangga

NTB Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia, Teluk Saleh Jadi Penyangga

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Salah satu penguatan penting dilakukan melalui perlindungan kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga utama ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora. Komitmen tersebut disampaikan langsung

Marsam Putrangga, Julianto