Asosiasi Damkar Kalbar Resmi Berbadan Hukum: Perkuat Relawan Profesional Hadapi Bencana
Pontianak-Spektroom — Aroma kopi bercampur diskusi serius memenuhi sudut Cafe Panglima di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur, Minggu (10/05/2026).
Di tempat itu, puluhan ketua pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Kalimantan Barat berkumpul dalam satu agenda penting: menyatukan langkah relawan damkar menuju organisasi yang lebih profesional dan terstruktur.
Pertemuan yang digelar Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat itu bukan sekadar ajang silaturahmi. Forum tersebut menjadi titik awal penguatan organisasi relawan pemadam kebakaran setelah resmi mengantongi legalitas hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat, Ronny Kasimin, mengatakan pengesahan badan hukum melalui Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0003165.AH.01.07 Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi keberadaan organisasi tersebut.
Menurutnya, legalitas yang diterbitkan pada 20 April 2026 itu membuka jalan bagi asosiasi untuk menghimpun relawan pemadam kebakaran dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar dalam satu wadah resmi dan terorganisasi.
“Dengan adanya badan hukum ini, organisasi memiliki dasar yang kuat untuk membangun koordinasi, pembinaan, dan pengembangan sumber daya relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Barat,” kata Ronny dalam pertemuan tersebut.
Ia menegaskan, tantangan penanganan kebakaran dan bencana di daerah semakin kompleks. Karena itu, relawan damkar tidak hanya dituntut cepat bergerak, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan, dan standar kerja yang profesional.
Dalam pertemuan itu, para ketua pemadam kebakaran yang hadir sekaligus ditetapkan sebagai bagian dari kepengurusan asosiasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat solidaritas antarlembaga pemadam kebakaran yang selama ini bergerak secara mandiri di berbagai wilayah.
Ronny mengungkapkan, asosiasi juga tengah menyiapkan program seminar dan pelatihan peningkatan kapasitas relawan damkar yang direncanakan berlangsung tahun ini.
Kegiatan itu akan difokuskan pada penanggulangan kebakaran, teknik penyelamatan, hingga penanganan bencana daerah.
Tak hanya itu, asosiasi berencana membangun sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota, hingga sektor swasta dalam memperkuat mitigasi kebakaran dan kesiapsiagaan bencana.
Di tengah tingginya risiko kebakaran permukiman dan lahan di Kalimantan Barat, keberadaan asosiasi ini diharapkan mampu menjadi kekuatan baru dalam memperkuat sistem respons darurat berbasis relawan.
Bagi para relawan damkar, organisasi ini bukan hanya simbol persatuan, tetapi juga harapan lahirnya sistem penanganan kebakaran yang lebih modern, terlatih, dan siap hadir di garis depan saat masyarakat membutuhkan bantuan.