Hendri Elvin Desak RSUD Sawahlunto Tes Urine Seluruh Pegawai dan Beri Sanksi Tegas Jika Terbukti Positif Narkoba

Hendri Elvin Desak RSUD Sawahlunto Tes Urine Seluruh Pegawai dan Beri Sanksi Tegas Jika Terbukti Positif Narkoba
Hendri Elvin Anggota DPRD Sawahlunto, Fraksi PKS mendukung tes urine bagi PNS. (foto Riswan/Spektroom)

Sawahlunto–Spektroom : Sorotan terhadap dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan RSUD Sawahlunto mencuat setelah adanya pemeriksaan acak terhadap sejumlah pegawai rumah sakit yang disebut menemukan satu orang staf sopir ambulans terindikasi positif menggunakan zat terlarang.

Menanggapi informasi tersebut, tokoh masyarakat Sawahlunto yang juga adalah Anggota Fraksi PKS DPRD Sawahlunto, Hendri Elvin, mendesak pimpinan RSUD Sawahlunto untuk mengambil langkah tegas demi menjaga keselamatan pasien, keluarga pasien, serta masyarakat umum.

Menurut Hendri Elvin, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan jiwa, terutama bagi sopir ambulans yang bertugas membawa pasien dalam kondisi darurat.

“Kalau benar ada pegawai, apalagi sopir ambulans, yang terindikasi menggunakan narkoba atau bahan berbahaya, tentu ini sangat membahayakan keselamatan pasien, keluarga pasien, dan pengguna jalan lainnya saat proses rujukan pasien,” ujar Hendri Elvin dalam keterangannya kepada Spektroom, Minggu (10/5/26).

Ia menilai pimpinan rumah sakit perlu segera mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang terbukti positif menggunakan narkotika. Selain itu, Hendri juga meminta atasan langsung pegawai terkait ikut melakukan pengawasan lebih ketat terhadap bawahannya.

Tidak hanya itu, Hendri mendesak agar dilakukan tes urine dan pemeriksaan laboratorium narkoba secara menyeluruh kepada seluruh pegawai RSUD Sawahlunto tanpa terkecuali, mulai dari tenaga honorer, staf, hingga jajaran pimpinan.

“Pemeriksaan jangan hanya dilakukan secara acak. Harus menyeluruh dan transparan agar tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari. Semua pegawai, terutama sopir ambulans, wajib dipastikan negatif narkoba demi menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien,” tegasnya.

Menurutnya, pemeriksaan ulang perlu segera dilakukan karena masih ada dugaan pegawai lain yang kemungkinan luput dari pemeriksaan sebelumnya akibat tidak hadir atau tidak masuk dalam daftar tes.

“Kita tidak ingin hanya menemukan persoalan kecil sementara yang lebih besar tidak tersentuh. Kalau memang ada indikasi, harus dibuktikan melalui tes laboratorium resmi tanpa ada pengecualian,” tambahnya.

Hendri juga berharap pihak RSUD Sawahlunto dapat bersikap terbuka kepada publik terkait langkah-langkah penanganan yang dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit tetap terjaga.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Sawahlunto belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap pegawai yang disebut terindikasi positif tersebut.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut profesionalisme tenaga pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam layanan rujukan medis darurat. (Ris1)

Berita terkait

Respati Dorong Pokdarwis Kembali Diperkuat, Pariwisata Harus Tumbuh dari Bawah

Respati Dorong Pokdarwis Kembali Diperkuat, Pariwisata Harus Tumbuh dari Bawah

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata untuk kembali menghidupkan dan memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di daerah. Menurut Respati, keberadaan Pokdarwis sangat penting sebagai ujung tombak pengembangan wisata berbasis masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah pusat terhadap kelompok sadar wisata dinilai perlu diperkuat

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Asosiasi Damkar Kalbar Resmi Berbadan Hukum: Perkuat Relawan Profesional Hadapi Bencana

Asosiasi Damkar Kalbar Resmi Berbadan Hukum: Perkuat Relawan Profesional Hadapi Bencana

Pontianak-Spektroom — Aroma kopi bercampur diskusi serius memenuhi sudut Cafe Panglima di Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur, Minggu (10/05/2026). Di tempat itu, puluhan ketua pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Kalimantan Barat berkumpul dalam satu agenda penting: menyatukan langkah relawan damkar menuju organisasi yang lebih profesional dan terstruktur. Pertemuan

Apolonius Welly, Bian Pamungkas