Trending

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Dharmasraya Perketat Distribusi Bersubsidi

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkab Dharmasraya Perketat Distribusi Bersubsidi
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. (Foto: Prokopim)

Spektroom - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengambil langkah tegas menyikapi kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi di masyarakat. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menerbitkan Surat Edaran Nomor 500/14/HET-LPG/Perek & SDA/2026 tentang Pengawasan dan Penyaluran LPG Tabung 3 Kg Bersubsidi di Kabupaten Dharmasraya tertanggal 22 Februari 2026.

Dalam kebijakan tersebut ditegaskan bahwa kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Dharmasraya tidak mengalami pengurangan, yakni tetap sebesar 214.000 tabung per bulan dan didistribusikan secara berkelanjutan sesuai jadwal.

Pemerintah daerah juga memastikan pasokan dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dalam kondisi aman tanpa pembatasan distribusi dari pihak penyedia.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kelangkaan LPG subsidi diduga terjadi akibat adanya praktik penjualan keluar wilayah Dharmasraya serta penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh oknum agen maupun pangkalan.

“Kelangkaan LPG subsidi sangat merugikan masyarakat kecil. Kami sedang mengumpulkan data agen, pangkalan, dan pengecer yang tidak mengikuti aturan. Jika kedapatan melanggar, akan kami beri sanksi tegas,” tegas Bupati Annisa Suci Ramadhani.

Surat edaran tersebut menegaskan LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah, termasuk rumah tangga kurang mampu, usaha mikro, dan petani. Restoran, hotel, serta usaha menengah ke atas tidak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi.

Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, setiap pangkalan diwajibkan melakukan pendataan konsumen dengan mencatat identitas KTP.

Penyaluran juga diatur dengan komposisi minimal 90 persen kepada pengguna langsung dan maksimal 10 persen kepada pengecer.

Pemerintah daerah menegaskan seluruh transaksi distribusi harus dapat dibuktikan melalui identitas resmi konsumen. Pelanggaran seperti penjualan tanpa KTP, distribusi tidak sesuai data, penjualan di atas HET, atau penyaluran di luar wilayah akan dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

Apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah akan merekomendasikan pencabutan izin usaha kepada PT Pertamina (Persero) maupun pihak SPBE.

Kebijakan ini diharapkan dapat menormalkan kembali distribusi LPG 3 kilogram serta menjamin hak masyarakat kecil dalam memperoleh energi bersubsidi secara adil dan tepat sasaran. (Ris1)

Berita terkait

Aksa Harmoni Perkuat Pembauran Sosial dan Persaudaraan Lintas Sara

Aksa Harmoni Perkuat Pembauran Sosial dan Persaudaraan Lintas Sara

Ambon - Spektroom: Memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman menjadi salah 1 agenda penting pembangunan Kota Ambon. Berangkat dari semangat tersebut, Oldrin Parinussa, SE, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, menggagas sebuah inovasi strategis bertajuk Aksa Harmoni (Akselerasi) Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA

Eva Moenandar, Afrizal Aziz
Kanwil DJP Kalselteng Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin

Kanwil DJP Kalselteng Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin

Banjarmasin - Spektroom : Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah melaksanakan penyerahan tahap II, yakni melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti terkait proses penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan atas tersangka MHL, MWN, dan RN kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Kemis (5/11/2026). Berkas

Junaidi, Afrizal Aziz