Trending

Azko Informa Kota Pekalongan 90% Serap Tenaga Lokal

Azko Informa Kota Pekalongan 90% Serap Tenaga Lokal
AZKO Informa kota Pekalongan berisikan 90 persen tenaga kerja lokal, menyapa pelanggan, Sabtu (23/05/2026).

Pekalongan-Spektroom: Kehadiran Investasi ritel modern gerai AZKO Informa langsung membawa dampak signifikan, terutama bagi penyerapan tenaga kerja lokal.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 90 persen karyawan yang direkrut merupakan putra-putri asli Pekalongan. Fakta ini menjadi sorotan utama Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat meresmikan gerai tersebut.

Menurut wali kota, Mas Aaf, masuknya ritel modern ini bukan sekadar menghadirkan pusat belanja furnitur dan perlengkapan rumah tangga modern, tetapi juga menjadi bukti bahwa investasi mampu membuka peluang kerja nyata bagi masyarakat daerah.

“Ini luar biasa karena mayoritas tenaga kerjanya berasal dari warga lokal. Artinya, investasi yang masuk benar-benar memberi dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya Sabtu 23 Mei 2026.

Kehadirannya juga diyakini akan memperkuat posisi Pekalongan sebagai pusat perdagangan regional. Masyarakat kini tak perlu lagi pergi ke luar kota untuk mendapatkan kebutuhan furnitur, perlengkapan rumah tangga, hingga elektronik.

“Dengan hadir ritel modern ini masyarakat Pekalongan lebih mudah mendapatkan kebutuhan rumah tangga berkualitas. Bahkan warga Batang, Kabupaten Pekalongan hingga Pemalang berpotensi datang dan berbelanja di sini. Ini jelas akan menggerakkan roda ekonomi daerah,” tambahnya walikota.

“Tempat ini punya sejarah bagi masyarakat Pekalongan. Mudah-mudahan sekarang bisa kembali ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sales & Operation PT Aspirasi Hidup Indonesia, Rinekso Widianto menjelaskan, gerai yang hadir di Kota Pekalongan merupakan gerai Azko ke-268 dan Informa ke-125 di Indonesia.

Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi ekspansi tahun 2026 setelah melalui studi bisnis yang cukup matang.

"Kota Pekalongan memiliki posisi strategis sebagai kota penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan potensi ekonomi yang terus berkembang, terutama dari sektor industri batik, properti hingga perikanan, " terangnya.

Rinekso menambahkan, perusahaan juga memiliki komitmen jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.

Saat ini, 90 persen tenaga kerja berasal dari putra-putri daerah dan ke depan diharapkan seluruh pengelolaan dapat dilakukan oleh SDM lokal yang telah berkembang menjadi leader di perusahaan.

Berita terkait

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Bandarlampung - Spektroom: Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yanyan Ruchyansah pukul 08.00, Selasa 3 November 2026, diagendakan memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia

Anggoro AP
Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Denpasar – Spektroom :  Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Ferry Juliantono menegaskan,  Pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen penting perekonomian nasional lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mulai dari pembentukan badan usaha hingga pembangunan fisik dan pengoperasiannya. Penegasan tersebut disampaikan saat  mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di

Nurana Diah Dhayanti
2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas