Di Jejak Ratu Elok, Warga Manis Mata Menjaga Warisan Melayu
Ketapang-Spektroom : Siang itu, suasana di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terasa berbeda.
Ratusan warga berkumpul bukan hanya untuk menyambut kedatangan Bupati Ketapang, tetapi juga untuk merayakan sesuatu yang lebih besar: kebersamaan dan upaya menjaga warisan budaya Melayu yang telah mengakar selama puluhan tahun. Sekitar 500 warga memadati kawasan Desa Manis Mata dan Desa Ratu Elok dalam rangkaian kegiatan Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) I Tahun 2026, Jumat (31/07/2026).
Wajah-wajah penuh antusias tampak menyambut rombongan Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta unsur Forkopimcam. Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ada nilai sejarah yang kembali dihidupkan, terutama saat rombongan melakukan ziarah ke Makam Ratu Elok, sosok yang dikenal sebagai tokoh pendiri Kecamatan Manis Mata.

Di tengah keheningan kompleks makam, warga mengenang perjalanan para pendahulu yang membuka dan membangun kawasan tersebut hingga berkembang seperti sekarang.
"Kami ingin generasi muda mengetahui asal-usul daerahnya. Budaya bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga menghargai sejarah dan jasa para pendiri," ujar salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebelum ziarah, rombongan meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Ratu Elok dengan Dusun Amor, Desa Manis Mata. Jembatan itu diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas masyarakat, sekaligus simbol keterhubungan antara pembangunan dan pelestarian nilai-nilai lokal.
Suasana semakin hangat ketika masyarakat mengikuti makan beradat dan silaturahmi di Rumah Adat Melayu Kecamatan Manis Mata. Di bawah atap rumah adat yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat, berbagai lapisan masyarakat duduk bersama tanpa sekat.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membangun Manis Mata, mulai dari penyelesaian Jembatan Garuda, pembangunan akses menuju UPTD Puskesmas Manis Mata, hingga penataan kawasan Makam Ratu Elok. Ia juga berharap Pagelaran Seni Budaya Melayu dapat menjadi agenda tahunan yang mendapat dukungan berkelanjutan melalui APBD Kabupaten Ketapang.
Di balik kemeriahan acara, aparat keamanan turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Kehadiran personel Polsek Manis Mata, Koramil, dan Satpol PP menjadi bagian dari dukungan terhadap ruang-ruang kebudayaan yang mempererat hubungan masyarakat.
Pagelaran Seni Budaya Melayu di Manis Mata menunjukkan bahwa budaya tidak hanya hidup dalam tarian, adat, atau tradisi. Budaya juga hadir dalam kebersamaan, penghormatan kepada sejarah, dan semangat masyarakat menjaga identitasnya di tengah arus perubahan zaman.