Bakesbangpol Jember Jemput Data Kemiskinan hingga di Lereng Gunung Raung

Jalur berbatu, tanjakan curam, serta kondisi jalan yang licin menjadi bagian dari rute yang harus dilalui.

Bakesbangpol Jember Jemput Data Kemiskinan hingga di Lereng Gunung Raung
Tim Bakesbangpol Kabupaten Jember melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan di lereng Gunung Raung, Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe. (foto PPID Jember)

Jember-Spektroom : Tim Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember turun langsung ke wilayah terpencil di lereng Gunung Raung, tepatnya di Dusun Mantingan (Pagersaren), Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe. Dipimpin oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Jember, Dwi Handarisasi, tim melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan dengan menyusuri medan berat yang jauh dari akses perkotaan. Lokasi yang dituju berada sekitar 9 kilometer dari Balai Desa Rowosari, dengan waktu tempuh mencapai dua jam pulang-pergi melalui jalur ekstrem yang hanya dapat dilalui menggunakan ojek warga setempat.

Perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Jalur berbatu, tanjakan curam, serta kondisi jalan yang licin menjadi bagian dari rute yang harus dilalui. Namun, panorama alam berupa hutan pinus yang membentang di sepanjang perjalanan serta udara sejuk khas pegunungan menjadi obat dan penyemangat tersendiri bagi tim di lapangan.

“Ini bukan sekadar kegiatan administratif, tapi bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan bahwa data yang kita miliki benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Dwi Handarisasi di sela kegiatan, Rabu (22/4/2026).

Sesampainya di lokasi, tim disambut hangat oleh warga setempat. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi momen penting dalam proses verval, karena selain memastikan keakuratan data, para aparatur sipil negara (ASN) juga dapat melihat secara langsung realitas kehidupan warga di daerah lereng gunung yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Kondisi geografis yang sulit dijangkau membuat sebagian warga di wilayah tersebut belum sepenuhnya tersentuh program pembangunan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan verval ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa bantuan dan intervensi pemerintah dapat tepat sasaran.

Menurut Dwi, pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan perspektif baru bagi para ASN. “Kita tidak hanya memverifikasi data, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial masyarakat secara nyata. Ini menyadarkan kita semua tentang pentingnya kepedulian dan empati terhadap sesama,” ungkapnya.

Program verifikasi dan validasi data kemiskinan ini merupakan bagian dari inisiatif yang digagas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebagai langkah konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Jember. Dengan data yang akurat dan terbarukan, pemerintah daerah diharapkan dapat merancang kebijakan yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan wilayah terpencil. Justru, daerah-daerah seperti lereng Gunung Raung membutuhkan perhatian lebih agar kesenjangan sosial dapat ditekan. (Yul/but)

Berita terkait