Bandara Supadio Lumpuh Akibat Kabut Asap, Puluhan Penerbangan Ditunda

Bandara Supadio Lumpuh Akibat Kabut Asap, Puluhan Penerbangan Ditunda
Suasana Terminal Penumpang Bandara Internasional Supadio Kubu Raya yg tampak lengang. (Foto : RRI /Rino Kartono).

Kubu Raya - Spektroom : Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kalimantan Barat dalam tiga hari terakhir melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Jarak pandang (visibility) yang pada Senin (14/09/2026) pagi hanya mencapai 300 meter membuat seluruh penerbangan terpaksa menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk operasi penerbangan.

Hingga pukul 09.45 WIB, belum ada satu pun pesawat yang lepas landas maupun mendarat di Bandara Supadio.

Kondisi tersebut memperpanjang dampak gangguan penerbangan yang telah berlangsung sejak Sabtu lalu.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Supadio, M. Joko Wahyudi, mengungkapkan selama tiga hari terakhir sedikitnya 73 penerbangan mengalami penundaan dan penjadwalan ulang akibat kabut asap yang mengganggu keselamatan penerbangan.

“Visibility pagi ini masih berada di angka 300 meter. Sampai saat ini belum ada maskapai yang melakukan keberangkatan maupun pendaratan di Bandara Supadio,” kata Joko.

Menurutnya, kondisi serupa telah terjadi sejak Sabtu. Pada hari itu hanya 11 penerbangan yang dapat beroperasi, terdiri atas enam kedatangan dan lima keberangkatan.

Sementara pada Minggu hanya sembilan penerbangan yang berhasil dilayani, yakni lima kedatangan dan empat keberangkatan.

“Untuk hari ini kami masih menunggu informasi dari masing-masing maskapai terkait kemungkinan penundaan maupun penjadwalan ulang penerbangan,” ujarnya.

Bandara Supadio juga meningkatkan pelayanan bagi penumpang yang terdampak.

Airport Quality & SMS Department Head Yakobus Thomry Toto mengatakan pihaknya menambah personel di area check-in dan ruang tunggu guna membantu penumpang memperoleh informasi terkini.

Selain itu, bandara membagikan masker, makanan ringan, serta air minum kepada calon penumpang yang harus menunggu lebih lama akibat jadwal penerbangan yang tertunda.

“Kami terus memperbarui informasi melalui papan pengumuman dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder melalui Airport Collaborative Decision Making (A-CDM), termasuk maskapai, AirNav dan BMKG, agar informasi kepada penumpang dapat disampaikan lebih cepat,” kata Yakobus.

Di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan, sejumlah penumpang memilih bersabar.

Sukirno salah seorang , penumpang tujuan Jakarta yang mengaku telah tiga kali mengalami penundaan keberangkatan sejak Sabtu.

Penerbangannya yang semula dijadwalkan berangkat menggunakan Garuda Indonesia pada Sabtu lalu harus diundur ke Minggu, kemudian kembali dijadwalkan ulang hingga Senin malam.

“Kalau melihat kondisi asap seperti sekarang, saya memahami kenapa penerbangan ditunda. Keselamatan tentu yang utama.

Jarak pandang hanya sekitar 300 meter, sangat berbahaya jika dipaksakan terbang,” ujarnya.

Parno berharap kondisi cuaca dan kualitas udara segera membaik sehingga penerbangannya dapat terlaksana.

Namun hingga Senin pagi, kabut asap masih menyelimuti kawasan Bandara Supadio dan membuat aktivitas penerbangan di pintu gerbang utama Kalimantan Barat itu praktis lumpuh.

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto