Bank Kalsel Ingatkan Nasabah Bahaya Jual Beli Rekening
Junaidi, Agung Yunianto
Banjarmasin—Spektroom : Bank Kalsel terus meningkatkan edukasi kepada Masyarakat dan Nasabah agar lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi maupun rekening perbankan. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah praktik jual beli, peminjaman, penyewaan, atau penggunaan rekening oleh pihak lain yang berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Dalam Siaran Persnya, Senin (11/5/2026) Bank Kalsel mengimbau seluruh nasabah agar tidak mudah tergiur iming-iming uang atau keuntungan tertentu untuk menyerahkan rekening kepada pihak lain. Rekening bank merupakan identitas keuangan pribadi yang melekat pada pemiliknya, sehingga setiap aktivitas transaksi yang terjadi pada rekening tersebut dapat berdampak langsung kepada pemilik rekening.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan bahwa edukasi kepada nasabah dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal layanan, baik secara langsung di kantor cabang, media sosial resmi, website, maupun melalui petugas layanan yang berinteraksi langsung dengan nasabah.
“Bank Kalsel terus mengingatkan nasabah untuk tidak sembarangan menjual, meminjamkan, atau memberikan akses rekening kepada pihak lain. Risiko dari penyalahgunaan rekening sangat besar, karena apabila rekening tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal, maka permasalahan hukum dapat kembali kepada pemilik rekening yang namanya tercatat secara resmi pada bank,” ujar Fachrudin.
Fachrudin menegaskan bahwa rekening yang diperjualbelikan atau dipinjamkan kepada pihak lain rawan digunakan sebagai sarana penipuan, transaksi kejahatan, judi online, pencucian uang, pendanaan terorisme, maupun tindak pidana lainnya. Hal ini dapat menimbulkan risiko serius bagi nasabah, baik dari sisi hukum, reputasi, maupun akses terhadap layanan Perbankan.
“Bank Kalsel menghimbau kepada nasabah untuk dapat berhati-hati dengan data diri pribadi untuk dipinjamkan kepada orang yang tidak dikenal atau siapapun, karena menjaga rekening sama dengan menjaga identitas dan keamanan finansial diri sendiri. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh nasabah untuk lebih bijak, tidak mudah percaya kepada pihak yang meminta akses rekening, serta hanya menggunakan rekening untuk kebutuhan transaksi pribadi yang sah,” ucap Fachrudin.
Bank Kalsel menegaskan bahwa pihaknya secara aktif melakukan pemantauan terhadap transaksi yang mencurigakan sesuai prinsip kehati-hatian, Know Your Customer, serta ketentuan perbankan yang berlaku. Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan rekening, Bank Kalsel akan melakukan langkah penanganan sesuai prosedur internal, termasuk berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan. Terkait kemungkinan adanya praktik jual beli rekening di wilayah setempat, Bank Kalsel senantiasa melakukan pengawasan dan mitigasi risiko melalui sistem pemantauan transaksi serta edukasi kepada nasabah. Bank Kalsel juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kantor Bank Kalsel terdekat atau melalui layanan resmi Bank Kalsel apabila mengetahui adanya ajakan, penawaran, atau praktik jual beli rekening.
Diharapkan, melalui edukasi ini, Bank Kalsel berharap masyarakat semakin memahami bahwa jual beli rekening bukan hal yang mudah, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan risiko serius bagi pemilik rekening maupun sistem keuangan secara umum. Bank Kalsel berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem perbankan yang aman, sehat, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.*****