Trending

Bantu Pemadaman Karhutla di Kapuas PU Suplai Air Dari Saluran Tersier

Bantu Pemadaman Karhutla di Kapuas PU Suplai Air Dari Saluran Tersier
PU bantu pemadaman Karhutla di Kapuas Kalbar ( birkom pu)

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, Kementerian PU mengoptimalkan saluran tersier sebagai sumber air untuk membantu pemadaman karhutla di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup.

Dukungan dilakukan pada akhir pekan lalu di kawasan Tersier 2, 3, 4, dan 5 Kiri. Kebakaran berdampak pada lahan sekitar 400 hektare. Di tengah kondisi cuaca panas, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting untuk mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas.

BWS Kalimantan II melalui Tim Unit Pengelola Irigasi (UPI) Dadahup memompa air dari jaringan saluran tersier menuju area terdampak. Sebanyak empat unit pompa portable dan 30 personel dikerahkan untuk mendukung pemompaan, pemadaman, pemantauan, serta koordinasi di lapangan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, “Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa (8/9/2026)

Pemanfaatan saluran tersier sebagai sumber air memungkinkan suplai air dilakukan lebih dekat dengan lokasi kebakaran. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan Kementerian PU menghadapi kondisi kering dan potensi peningkatan risiko karhutla selama musim kemarau, termasuk dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap ketersediaan sumber daya air.

Penanganan di Bentuk Jaya A5 merupakan bagian dari rangkaian dukungan Kementerian PU di kawasan Dadahup. Sebelumnya, pada 24 Agustus 2026, BWS Kalimantan II mendukung pemadaman di Tanah Restan B4 dan Desa Dadahup dengan mengerahkan pompa dan personel. Pada 1 September 2026, dukungan kembali diberikan di Desa Petak Batuah A2 melalui satu pompa portable dan 10 personel untuk menangani kebakaran yang berdampak pada sekitar 10 hektare lahan.

Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan kesiapsiagaan BWS Kalimantan II dalam mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air untuk menghadapi kondisi darurat selama musim kemarau. Pemantauan kondisi kawasan dan kesiapan personel, pompa, serta sarana pendukung terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan.

Kementerian PU melalui BWS Kalimantan II terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung pengendalian karhutla dan mengantisipasi munculnya kembali titik api. Upaya ini dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat, lahan, dan lingkungan dari dampak kebakaran.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP