Bappenas Luncurkan Peta Jalan Infrastruktur Digital 2026-2030, Menkomdigi Tekankan "Meaningful Connectivity"

Bappenas Luncurkan Peta Jalan Infrastruktur Digital 2026-2030, Menkomdigi Tekankan "Meaningful Connectivity"
Peluncuran Buku Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia 2026-2030 oleh Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Jakarta-Spektroom :Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Buku Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia 2026-2030 di Jakarta, Rabu (29/7/2026). Peluncuran ini dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Meutya menegaskan pembangunan infrastruktur digital Indonesia kini memasuki fase baru. Pemerintah tidak lagi hanya fokus pada penyediaan akses, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga keamanan dan kedaulatan digital.

"Pembangunan infrastruktur digital Indonesia kini memasuki fase baru, yakni tidak lagi berhenti pada penyediaan akses, tetapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga keamanan dan kedaulatan digital," ujar Meutya.

Menurut Menkomdigi, arah pembangunan digital nasional sejalan dengan tiga prinsip utama yaitu tumbuh, terhubung, dan terjaga. Karena itu, infrastruktur digital harus dirancang agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan nasional.

"Keterhubungan harus berdampak kepada pertumbuhan," katanya.

Meutya menjelaskan pembangunan digital tidak bisa lagi hanya diukur dari jumlah infrastruktur fisik seperti BTS, satelit, kabel laut, dan pusat data. Infrastruktur digital juga mencakup komponen pendukung seperti cloud, edge computing, kapasitas komputasi, regulasi, serta tata kelola.

"Pengembangannya harus direncanakan dalam satu arsitektur yang terintegrasi," ujarnya.

Ia menegaskan arah pembangunan saat ini bergeser dari sekadar memperluas cakupan jaringan menuju _meaningful connectivity_. Artinya, akses digital harus mampu meningkatkan produktivitas ekonomi, membuka peluang baru, dan memberi dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah.

"Pembangunan harus bergeser dari coverage menuju meaningful connectivity," tegas Meutya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah akan terus mengembangkan mobile broadband, memperluas fixed broadband melalui program fiberisasi dan Kampung Internet, serta memperkuat Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dengan konsep multiple international gateway.

Strategi ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan infrastruktur digital nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap jalur komunikasi tertentu.

Selain konektivitas, Meutya juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan kedaulatan digital. Ia menyebut transformasi digital harus berjalan dengan prinsip _safe and trusted_ agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan rasa aman.

"Indonesia harus terjaga, tidak hanya manusianya, tetapi juga sovereignty-nya, kedaulatannya," tegasnya.

Melalui Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030, pemerintah memastikan pembangunan digital diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang tumbuh, terhubung, dan terjaga menuju visi Indonesia Emas 2045.

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri Ketua Mastel Sarwono Atmosutarno dan Rektor Telkom University Bandung Suyanto. (RRE/Diut)

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles