Trending

BaraNusa Unjuk Rasa di Balai Kota Depok, Desak Hentikan MBG hingga Kritik Kinerja Pemkot dan DPRD

BaraNusa Unjuk Rasa di Balai Kota Depok, Desak Hentikan MBG hingga Kritik Kinerja Pemkot dan DPRD
Aksi Unjuk Rasa Baranusa di Depan Kantor Walikota Depok Jum'at (19/06/2026).(foto Dok Baranusa.)

Depok– Spekstroom: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Kota Depok menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Depok, Jumat (19/6/2026).

Massa menyampaikan sedikitnya 14 tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Depok, DPRD Kota Depok, hingga pemerintah pusat. Aksi tersebut diwarnai kritik keras terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Salah satu tuntutan yang paling mencolok adalah desakan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan di Kota Depok. Selain itu, massa juga menolak kenaikan harga kebutuhan pokok, mendesak penghentian gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), serta meminta pemerintah menghadirkan pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis yang layak bagi seluruh masyarakat.

Hal ini tak hanya menyasar kebijakan nasional, BaraNusa juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Pemerintah Kota Depok. Massa menilai pemerintah daerah harus lebih mengutamakan bukti nyata dibandingkan sekadar janji politik.

Dalam aksinya, BaraNusa turut menyuarakan evaluasi terhadap kinerja DPRD Kota Depok yang dinilai belum maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Massa juga meminta anggota DPRD, camat, dan lurah fokus menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat dan tidak disibukkan dengan urusan pelaksanaan Program MBG.

Di sektor ekonomi, demonstran mendesak pemerintah segera menurunkan harga sembako, menjadikan kawasan setu di Kota Depok sebagai pusat pemberdayaan ekonomi rakyat, serta menetapkan komisi maksimal delapan persen bagi pengemudi ojek online.

Ketua DPD BaraNusa Kota Depok, Entin Rosmini, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin konstitusi dan dilakukan secara damai.

"Kami hadir untuk menyuarakan suara rakyat yang selama ini merasa tidak didengar. Pemerintah harus membuka ruang dialog yang seluas-luasnya dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan," tegas Entin di sela aksi.

Menurutnya, berbagai tuntutan yang disampaikan lahir dari keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, meningkatnya beban hidup, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap belum mampu menjawab kebutuhan rakyat kecil.

BaraNusa berharap Pemerintah Kota Depok, DPRD Kota Depok, dan pemerintah pusat tidak hanya menerima aspirasi tersebut sebagai kritik, tetapi juga segera mengambil langkah konkret untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga seluruh aspirasi disampaikan di depan kompleks Balai Kota Depok.

Berita terkait

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Bukittinggi Lakukan Kunjungan ke Banda Aceh, Tingkatkan Kelembagaan Adat

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Bukittinggi Lakukan Kunjungan ke Banda Aceh, Tingkatkan Kelembagaan Adat

Bukittinggi-Spektroom : Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melepas rombongan tokoh adat dan tokoh mayarakat Kota Bukittinggi untuk melakukan kunjungan ke Banda Aceh dan Jambi dalam rangka peningkatakan kelembagaan adat. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wako, Jumat (16/10/2026). Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kunjungan ini menjadi

Rafles
255 Tahun Pontianak: Ketika Tanah Seribu Menjadi Pusat Kekuasaan Kolonial

255 Tahun Pontianak: Ketika Tanah Seribu Menjadi Pusat Kekuasaan Kolonial

Oleh : Syafaruddin SaEng Usman Pontianak - Spektroom : Jauh sebelum Pontianak berkembang menjadi kota modern seperti sekarang, kawasan Tanah Seribu telah menjadi saksi perubahan besar dalam perjalanan sejarah kota di tepian Sungai Kapuas ini. Dari pusat pemerintahan kolonial, benteng pertahanan, hingga kawasan perdagangan yang ramai, Tanah Seribu menjadi salah satu titik penting

Apolonius Welly, Bian Pamungkas
KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru Bagi Generasi Muda di Desa

KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru Bagi Generasi Muda di Desa

Bogor – Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang kerja dan peluang usaha yang luas bagi generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi. Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi mengatakan, KDKMP diproyeksikan mampu menciptakan sedikitnya 1 - 1,5 juta lapangan kerja baru apabila setiap koperasi rata-

Nurana Diah Dhayanti